Guru SMA Negeri 5 Yogyakarta Ikuti IHT Pembelajaran Mendalam Bersama Kaprodi S2 MP UAD
Yogyakarta – SMA Negeri 5 Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) Pembelajaran Mendalam pada Selasa, 9 Juni 2026, bertempat di Aula SMA Negeri 5 Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 54 guru sebagai bagian dari upaya peningkatan kompetensi pendidik dalam menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, aktif, dan berorientasi pada pengembangan kemampuan berpikir siswa.
Kegiatan menghadirkan narasumber Dr. Enung Hasanah, M.Pd, yang merupakan Kaprodi Magister Manajemen Pendidikan (S2 MP) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Kehadiran Dr. Enung Hasanah sebagai narasumber dalam kegiatan ini menjadi bukti kepakaran dosen S2 MP UAD yang dipercaya untuk memberikan penguatan akademik dan praktik pendidikan dalam berbagai forum pendidikan.
Dalam pemaparannya, Dr. Enung Hasanah menjelaskan bahwa pembelajaran mendalam (deep learning) bukan sekadar membuat siswa aktif dalam kelas, namun bagaimana siswa mampu memahami, memaknai, serta mengkonstruk pengetahuan baru dari materi yang dipelajari. Hal tersebut ditegaskan dalam materi yang disampaikan bahwa siswa perlu didorong untuk mampu mengkonstruk pengetahuan baru, memaknai materi pembelajaran, serta merasa kompeten dan dihargai dalam proses belajar.
Selain itu, peserta juga diajak memahami pentingnya perubahan paradigma dalam merancang pembelajaran. Jika sebelumnya pembelajaran sering dimulai dari penentuan materi dan aktivitas, maka dalam pendekatan pembelajaran mendalam guru perlu menggunakan pendekatan backward design, yakni menentukan tujuan dan evidensi keberhasilan terlebih dahulu sebelum menyusun aktivitas pembelajaran.
Enung juga menekankan bahwa aktivitas pembelajaran harus dirancang untuk melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) melalui strategi aktif seperti Inquiry, Project Based Learning, dan diskusi kolaboratif.
“Evidensi adalah kompas (penunjuk arah), aktivitas hanyalah kendaraan. Tanpa evidensi yang jelas, aktivitas hanya sekadar hiburan (fun but shallow).” terang Enung Hasanah
Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan diskusi dan refleksi bersama terkait implementasi pembelajaran mendalam di kelas. Para guru tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sebagai bentuk komitmen meningkatkan kualitas pembelajaran di SMA Negeri 5 Yogyakarta.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para guru mampu menerapkan pembelajaran yang lebih bermakna, menantang proses berpikir siswa, serta mendukung terciptanya budaya belajar yang aktif, reflektif, dan berorientasi pada penguatan kompetensi peserta didik di era pendidikan modern.
Foto bersama narasumber dan peserta IHT





