Studium Generale Pascasarjana UAD menghadirkan Direktur KNKS

Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan (PPs UAD) dalam menyambut semester genap 2018/2019 mengadakan Studium Generale dan Orientasi Mahasiswa Baru bertempat di Auditorium UAD kampus 3 (9/3/2019). Total ada 222 mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan ini dari 12 prodi di lingkungan PPs UAD.

Studium Generale Pascasarjana UAD

Hadir memberikan sambutan adalah Prof. Dr. Achmad Mursyidi selaku Direktur PPs UAD yang menyampaikan kesuksesan merupakan harapan semua orang, setiap manusia mempunyai visi. Jika ingin sukses harus serius, open your mind, heart and your eyes. Segala yang kita lakukan akan diminta pertanggung jawabannya, maka butuh keseriusan dalam meraihnya dan jangan lupa berdo’a dengan serius. Beliau juga berpesan bahwa manusia utamanya untuk membuat kemakmuran di dunia.

Direktur Pascasarjana UAD memberikan sambutan

Dr. Kasiyarno, M.Hum selaku Rektor UAD  mengucapkan terimakasih kepada Dr. Taufik Hidayat, M.Ec, yang telah bersedia hadir dan memberikan studium generale disela kesibukannya menjabat sebagai Direktur Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS). Rektor UAD menyampaikan studium generale ini bisa menjadi Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI). Kegiatan ini bisa diadakan rutin dan mahasiswa bisa mengikutinya. SKPI merupakan bukti bahwa selama perkuliahan mahasiswa sudah mengikuti kegiatan di luar jam kuliah. SKPI juga menjadi penting untuk mahasiswa yang belum bekerja. Pengabdian kepada masyarakat juga dapat dimasukkan ke dalam SKPI.

Rektor UAD memberikan sambutan

Lebih lanjut Rektor menyampaikan memasuki era 4.0 mahasiswa bijak dalam memanfaatkan teknologi. Manfaatkan media sosial yang dimiliki dengan memposting hal positif. Dalam hal melamar pekerjaan sekarang ini dengan melihat media sosial menjadi penilaian sendiri.

Peserta studium generale

Di akhir sambutannya Rektor berpesan agar mahasiswa senantiasa bersyukur karena dapat melanjutkan ke jenjang Pascasarjana. Jangankan pascasarjana, dapat menempuh S1 pun harus bersyukur, karena angka partisipasi pendidikan tinggi di Indonesia ini berkisar 30%. Tidak ada orang yang sukses tanpa ilmu dan bangsa ini menaruh harapan kepada para mahasiswa.

Peserta studium generale

Memasuki acara pertama adalah studium generale oleh Dr. Taufik Hidayat, M.Ec. Direktur KNKS yang juga dosen UAD. Tema yang diambil adalah “Kebijakan Pemerintah dalam Bidang Ekonomi untuk Mendukung Pencapaian SDGs(Sustainable Development Goals)”. Dijelaskan oleh Dr. Taufik tentang sejarah KNKS yang dibentuk dari  Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (disingkat Kementerian BPPN/Bappenas) dan sejarah SDGs, serta kebijakan pemerintah dalam pencapaian SDGs.

Dr. Taufik Hidayat, M.Ec. memberikan materi studium generale

Mengakhiri kegiatan Studium Generale dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan pemberian kenang-kenangan dari PPs UAD yang diwakili oleh Dr. Ir. Dwi Sulisworo, M.T kepada Dr. Taufik Hidayat, M.Ec. Selanjutnya acara kedua adalah orientasi mahasiswa baru PPs UAD genap 2018/2019.

Wakil Direktur Pascasarjana UAD (kiri) memberikan kenang-kenangan

Milad 15 Tahun, Pascasarjana UAD Berbagi.

Sabtu (16/2/2019) bertempat di Panti Asuhan dan Dhuafa  Muhammadiyah Kaligesing, Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan (PPs UAD) menyelenggarakan bakti sosial dan Program Pemberdayaan Umat (Prodamat). Prodamat adalah salah satu kegiatan rutin yang dilaksanakan saat milad PPs UAD dan pada milad  15 tahun kali ini mengunjungi Panti Asuhan Muhammadiyah Kaligesing, terang Dr. Suyatno selaku koordinator Prodamat. Kegiatan ini diikuti oleh Kaprodi, sekprodi, dosen, staff, dan mahasiswa di lingkungan PPs UAD. Diantara kegiatan yang akan dilaksanakan adalah tanam pohon durian, pelatihan pengelolaan sampah, dan pelatihan pembuatan makanan. Semoga dengan kehadiran PPs UAD dapat membawa hal positif untuk panti asuhan dan masyarakat sekitar.

Dr. Suyatno menyampaikan sambutan dan memimpin rombongan PPs UAD

 

Rombongan PPs UAD disambut oleh Pemerintah Desa Kaliharjo, masyarakat, pengurus dan anak panti asuhan. Panti asuhan ini berdiri sejak tahun 2014. Total ada 32 anak yang ada di panti asuhan, sekitar 15 anak yang tinggal di panti dan 17 anak tinggal bersama orang tua asuh. Kendala tempat yang menyebabkan semua anak belum bisa tinggal di panti asuhan, tutur Kepala Panti Asuhan Mukidal,. M.Kes. Lebih lanjut dijelaskan untuk biaya operasional panti mendapat bantuan dari pemerintah dan ada sebagian dari para donatur. Sedangkan untuk pengelola panti bekerja dengan sukarela.

Mukidal, M.Kes. Kepala Panti Asuhan

Adil Pandriyo selaku ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kaligesing menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian dan kehadiran PPs UAD di panti asuhan Kaligesing. Diharapkan agar dengan terjalinnya silaturahim bisa untuk melaksanakan kegiatan yang bermanfaat lainnya. Mohon maaf jika dalam penyambutan masih banyak kekurangan.

Adil Pandriyo Ketua PCM Kaligesing

Wagiran mewakili Pemerintah Desa Kaliharjo mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kegiatan bakti sosial dan prodamat ini. disampaikan bahwa di Desa Kaliharjo ini sudah mulai juga program untuk pengelolaan sampah. Jadi dengan adanya pelatihan pengelolaan sampah oleh PPs UAD bisa menambah ilmu.

Wagiran mewakili Pemerintah Desa Kaliharjo

Membuka Prodamat adalah pelatihan pengelolaan sampah oleh Dr. Surahma Mulasari, M.Kes yang merupakan dosen Pascasarjana Kesehatan Masyarakat UAD yang baru baru ini menerima penghargaan dari Pemerintah Kota Yogyakarta terkait dengan inovasi dalam pengelolaan sampah. Beliau menyampaikan bahwa sampah menjadi masalah jika tidak bisa mengelolanya. Dijelaskan lebih lanjut tentang bahaya dari sampah, dan pengelolaan sederhana dari sampah. Membakar sampah itu boleh tetapi harus memperhatikan beberapa faktor, diantaranya adalah jarak antara orang dan sampah jangan terlalu dekat. Karena asap sampah mengandung zat-zat berbahaya.

Dr. Surahma Mulasari, M.Kes menyampaikan materi pengelolaan sampah

Penyuluhan bisnis kuliner dan demo masak oleh mahasiswa Jurusan Bisnis Jasa Makanan UAD (Bisma) Anisa Nur Baiti Rahman dan Sinda Ayunani didampingi Yunda Maymanah Rahmadewi, S.T.P., M.Sc. dosen Bisma UAD Menu yang dipilih adalah pancake durian. Disampaikan Yunda Maymanah bahwa wilayah Kaligesing ini terkenal akan duriannya, dengan mengolahnya menjadi pancake akan memberikan ragam olahan durian dan menambah nilai jual dari durian itu sendiri.

Demo masak pancake durian oleh Bisma

Dilakukan juga penanaman bibit durian dengan jumlah 13 bibit (mewakili jumlah program studi di PPs UAD) dan ditanam di kebun milik panti asuhan. Penyerahan bibit dilakukan oleh Dr. Tri Kuat (dosen Magister Vokasi) dan diterima oleh Mukidal (kepala panti asuhan). Setiap program studi yang diwakili oleh Dosen, mahasiswa melakukan penanaman pohon sendiri.

Penanaman pohon durian

Pada akhir acara PPs UAD menyerahkan bantuan berupa barang dan uang tunai yang berjumlah Rp 20.522.500 yang bersumber dari penggalangan dana di lingkungan PPs UAD. Semoga dengan bantuan ini dapat sedikit membantu panti asuhan.

Dr. Tri Kuat (baju biru) menyerahkan bantuan (simbolis) diterima oleh Wagiran
Penyerahan bantuan uang tunai

Peran Mahasiswa Pascasarjana dalam Perubahan Sosial Era Industri 4.0

Disampaikan pada Studium General Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan)
Oleh: Diyah Puspitarini, M.Pd

Diyah (kiri) pemateri bersama Dwi Astuti (kanan) moderator

Dahulu nusantara dijajah oleh VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie) yang lahir sejak tahun 1602. Keberadaan VOC untuk menguras “emas” di nusantara (saat itu belum nama Indonesia). Tetapi lama kelamaan dikarenakan perubahan efek revolusi industri mempengaruhi sarana VOC yang masih menggunakan tenaga manual sedangkan di Eropa sudah mulai menggunakan tenaga mesin. Maka pelan dan pasti jika tidak menyesuaikan maka akan tergerus dengan sendirinya. Walaupun disamping itu ada faktor besar adanya korupsi yang dilakukan para stafnya.

Revolusi industri sampai saat ini terjadi dalam 4 fase. Pertama(1.0), revolusi industri dimulai dengan perubahan dari tenaga manusia menjadi tenaga mesin, dan era ini dimulai sejak abad ke 16. Kedua(2.0), revolusi industri dengan perubahan produksi elektronik secara massal. Ketiga(3.0), revolusi industry dengan pemanfaatan teknologi komputerisasi dan otomatis, era ini ketika masuk pada abad ke 18. Keempat(4.0), revolusi industri dengan teknologi tinggi berbasis data cyber system, dan era ini baru dimulai pada abad ke 20.

Diyah Puspitarini menyampaikan materi

Manusia harus bertahan dan menemukan pola agar dapat mengikuti perubahan sosial yang ada. Begitu pula revolusi industri terjadi karena adanya perubahan sosial yang terjadi. kebutuhan masyarakat akan efektifitas waktu dan efisiensi pekerjaan menjadi salah satu alasan terjadinya revolusi industri (Hutington, 1990). Maka jika perubahan yang kian cepat dan kemajuan teknologi serta tuntutan masyarakat global sangat cepat tanpa adanya penyesuaian lifestyle, maka pasti akan terjadi kericuhan keadaan dan budaya yang kian besar. Era ini yang disebut dengan disruption, dimana pergerakan dunia industri atau persaingan kerja tidak lagi linier (Rhenald Kasali, 2016). Disruption dapat diartikan sebagai dimana segala sesuatu tercabut dari akarnya, baik sosial, budaya, pendidikan,  ekonomi, bahkan teknologi. Perubahan sangat cepat, fundamental dengan mengacak-acak pola tatanan lama untuk menciptakan tatanan baru. Pada era ini akan menuntut manusia untuk berubah atau punah.

Mahasiswa serius mendengarkan materi yang disampaikan

Era Industri 4.0
Salah satu keterkaitan antara revolusi industri dengan era disruption adalah munculnya industri baru yaitu 4.0 (baca: four-point-o). Munculnya era ini di tengah pergulatan era disruption menjadi warna tersendiri, dan bahkan perubahan tersebut kian terasa dalam kehidupan setiap individu. Industri 4.0 menurut Otto Hermann (Design Principles for Industrie 4.0 Scenarios , 2016) adalah nama tren otomasi dan pertukaran data terkini dalam teknologi pabrik, istilah ini mencakup sistem siber-fisik, internet untuk segala, komputasi awan, dan komputasi kognitif. Penjelasannya adalah, Industri 4.0 menghasilkan pabrik cerdas, di dalam pabrik cerdas berstruktur moduler, system siber-fisik mengawasi proses fisik, menciptakan salinan dunia fisik secara virtual, dan membuat keputusan yang tidak terpusat. Lewat internet untuk segala (IoT), sistem siber-fisik berkomunikasi dan bekerjasama dengan satu sama lain dan manusia secara bersamaan. Dan melalui komputasi awan, layanan internal dan lintas organisasi disediakan dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak di dalam rantai nilai.
Ada empat prinsip rancangan dalam industri 4.0, yaitu:

  • Interoperabilitas (kesesuaian): kemampuan mesin, perangkat, sensor, dan manusia untuk berhubungan dan berkomunikasi dengan satu sama lain lewat internet untuk segala (IoT) atau internet untuk khalayak (IoP)
  • Transparasi informasi: kemampuan sistem informasi: kemampuan sistem informasi untuk menciptakan salinan dunia fisik secara virtual dengan memperkaya model pabrik digital dengan data sensor.
  • Bantuan teknis: kemampuan system bantuan untuk membantu manusia dengan mengumpulkan dan membuat visualisasi informasi secara menyeluruh agar bisa membuat keputusan bijak dan menyelesaikan masalah genting yang mendadak. Kemampuan siber-fisik ini untuk membantu manusia secara fisik dengan melakukan serangkaian tugas yang berat.
  • Keputusan mandiri: kemampuan system siber-fisik untuk membuat keputusan sendiri dan melakukan tugas semandiri mungkin. Bila terjadi pengecualian, gangguan, atau ada tujuan yang berseberangan, maka tugas bisa didelegasikan.
Mahasiswa mengutarakan pendapat mengenai materi yang disampaikan

What’s next?
Tantangan kedepan tidak hanya pada era industri yang dihadapi, namun bonus demografi yang akan terjadi pada 2020 menempatkan level generasi milenial atau mereka yang lahir setelah era generasi X dan Y pada posisi terbanyak yang berada pada usia produktif. Itu artinya kebutuhan akan kecepatan dan keakuratan menjadi sangat penting disamping simple life juga akan menjadi kebiasaan, bahkan sampai pada kebutuhan akan pendidikan juga demikian. Tentunya hal ini menuntut banyak perubahan baik dari man dan tools dalam kehidupan sehari-hari dan pada siapapun juga.

Menristekdikti, Mohamad Nasir menjelaskan, berdasarkan evaluasi awal tentang kesiapan Negara dalam menghadapi revolusi industri 4.0, Indonesia diperkirakan sebagai Negara dengan potensi tinggi meskipun masih dibawah Singapura, di tingkat Asia Tenggara posisi Indonesia cukup diperhitungkan. Sedangkan terkait dengan global competitiveness index pada world Economic forum 2017-2018, Indonesia menempati posisi ke 36, naik lima peringkat dari tahun sebelumnya posisi 41 dari 137 negara, meskipun masih dibawah Singapura, Malaysia, dan Thailand. Analisis dari kemenristekdikti bahwa penyebab Indonesia masih kalah karena lemahnya higher education training, science and technology readiness, dan innovation and business sophistication.

Mahasiswa menyimak materi studium generale

Oleh karena itu mestinya pendidikan tinggi sebagai pusat perubahan pendidikan harus menyesuaikan diri dengan era industri 4.0. Nampaknya hal ini langsung dijawab bahwa kedepan akan ada perubahan kebijakan dan program terkait dengan sumber daya iptek dikti, kelembagaan, pembelajaran dan kemahasiswaan, serta riset dan inovasi. Bahkan dengan kondisi ini mahasiswa dituntut untuk lebih proaktif karena dosen berperan sebagai tutor dalam daring. Maka sudah saatnya pula ada pengembangan infrastruktur MOOC (Massive Open Online Course), teaching industry dan e-library yang sudah berjalan.

Mahasiswa diskusi dan mengajukan pertanyaan

Para mahasiswa khususnya mahasiswa pascasarjana yang berada pada 2% pendudukan Indonesia, merupakan salah satu strata elite di Negara ini mestinya harus siap menghadapi era ini dan untuk itu anda harus menyiapkan diri menguasai beberapa hal berikut ini, yaitu: (1) educational competence, kemampuan untuk menguasai internet of thing; (2) kemampuan melakukan riset (competence in research), merintis jejaring/conectivity; (3) melakukan inovasi teknologi dalam penelitian maupun pembiasaan; (4) knowing globalization, tidak gagap terhadap budaya dan perubahannya; (5) thingking of future strategis, bisa berpikir kedepan dan melakukan berbagai kerjasama, paham arah SDG’s dan industri.

Ke depan perubahan global semakin cepat yang menuntut berubahnya pula arah ekonomi, social, politik dan semua aspek kehidupan. Hanya kita yang bisa menempatkan posisi diri berada dimana. Sebentar lagi dan pelan namun pasti, kita secara tidak sadar akan masuk dalam era platform, yaitu kecanggihan teknologi informasi mengenai sebuah software yang dapat digunakan di beberapa system operasi yang berbeda.

Dr. Dwi Sulisworo (kanan) memberikan cinderamata kepada Pemateri

Dengan keadaan saat ini yang membawa masa depan ke hari ini, kita dituntut untuk mengikuti perkembangan yang ada. Seperti halnya saat ini, kita ini merupakan mahasiswa dunia hanya saja tercatat di UAD. Artinya bahwa hak kita juga sama seperti mahasiswa lain di negara lain. Dapat mengakses apa yang mahasiswa negara lain terima di perkuliahan. Dalam era perubahan sekarang ini perlu juga dicatat bahwa ada 4 hal yang tidak berubah yaitu nilai belajar, iman, prinsip hidup dan kekeluargaan. Ikuti perubahan ditangan tetapi hati juga jangan ikut berubah.

270 Mahasiswa Baru Program Pascasarjana UAD ikuti Studium Generale

Mahasiswa baru Pascasarjana UAD

Sabtu, 15 September 2018 Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan menyelenggarakan Studium Generale untuk mahasiswa baru Angkatan Gasal 2018-2019 dengan tema : Peran Mahasiswa Pascasarjana dalam Perubahan Sosial di Era Revolusi Industri 4.0 dengan narasumber Diyah Puspitarini, M.Pd., Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah yang juga merupakan alumni dari Magister Manajemen Pendidikan UAD

Dr. Muchlas (WR I) membuka studium generale

Acara ini dibuka oleh Wakil Direktur Pascasarjana, Dr. Ir. Dwi Sulisworo, M.T., yang dalam sambutannya menyampaikan pesan dari Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Achmad Mursyidi, M.Sc., Apt, yang berhalangan hadir, bahwa di era revolusi industri 4.0 ini, hendaknya mahasiswa pasca mampu menyikapinya dengan selalu berpikir positif dengan salah satu bentuk nyata, yaitu dengan lulus tepat waktu. “1.5 sampai 2 tahun atau 3 sampai 4 semester adalah waktu yang sangat cukup untuk menyelesaikan studi di Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan”. Ditambahkan juga oleh Wakil Rektor I, Dr. Muchlas, M.T., bahwa era revolusi industri 4.0 ini adalah era yang menuntut manusia untuk selalu cerdas. “Di Era Revolusi Industri 4.0 adalah era dimana segala sesuatunya sudah tercabut dari akarnya. Dan segala sesuatu berubah dengan sangat cepat, sehingga kecerdasan merupakan faktor penting untuk tetap bertahan di era ini.”

Dengan moderator Dwi Astuti, M.Pd, Studium Generale yang diikuti oleh 270 mahasiswa baru Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan dan tamu undangan ini mulai dari jam 08.00 s.d 11.00, berlangsung sangat menarik.(LL)

sumber: https://pascasarjana.uad.ac.id/270-mahasiswa-baru-program-pascasarjana-uad-ikuti-studium-generale/

Rekonsolidasi untuk Penguatan Internal Organisasi ASMAPADA

Peserta mubes ASMAPADA

Organisasi Mahasiswa dalam mempertahankan eksistensinya untuk tetap menjadi bagian dari warna kehidupan tentunya memiliki mekanisme untuk mengantisipasi terjadinya kehampaan waktu, maka sistem-sistem pengatur kekuasaan, aturan-aturan main organisasi dan lainnya senantiasa di reaktualisasi pada setiap periode. Asosiasi Mahasiswa Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan (ASMAPADA) pun berupaya mempertahankan eksistensinya dengan mengadakan Musyawarah Besar I dengan tema Rekonsolidasi untuk Penguatan Internal Organisasi.

Dr. Jumintono(kedua dari kanan) memberikan sambutan dalam mubes ASMAPADA

Kegiatan musyawarah besar (mubes) dilaksanakan pada hari kamis(3/5/2018) bertempat di Meeting room kampus II unit B UAD Yogyakarta. Hadir dan membuka  acara mubes adalah Dr. Jumintono, M.Pd mewakili Wakil Direktur  (Wadir) Pascasarjana UAD dan dalam sambutan sesuai amanat Wadir menekankan bahwa ASMAPADA harus lebih fokus pada proses penulisan jurnal. Kegiatan ini juga dihadiri oleh Danang Sukantar, M.Pd., mewakili Kepala Bimawa UAD, dan Dr. Moh. Toifur Kaprodi Fisika. Mahasiswa yang hadir meliputi Fisika : 12 orang, Matematika : 6 orang, Psikologi Sains : 4 orang, Farmasi 1 orang, Teknik Informatika : 6 orang, Pendidikan Vokasi : 2 orang, Bahasa Inggris : 3 orang, Manajemen Pendidikan : 9 orang (Rahmad Bala, Entin Sari Merjayanti, Sa’idah Oktariyah, Ernawati, Ika Risqi Vitasari, Ahmad Ansori, Gilang Rifqi Aji, Risdayani Pandiangan, Isno Syafaat).

Rahmad Bala(kanan) melaporkan pertanggungjawaban kepengurusan 2016-2017

Musyawarah Besar I ini merupakan forum keputusan tertinggi untuk mengevaluasi apa-apa yang telah dan belum dilaksanakan untuk menemukan sebuah formulasi proyeksi yang bersifat rekomendasi mutlak yang senantiasa dibahas dan dikawal pada pembahasan program kerja guna mengantarkan kemajuan organisasi kedepannya. Berdasarkan tema mubes di atas, kegiatan ini bukan hanya untuk memilih pengurus baru tetapi lebih pada upaya mempertahankan eksistensi dan memperkuat internal organisasi, karena organisasi yang baru berumur tiga tahun (berdiri pada tanggal 26 Rajab 1436 H atau yang bertepatan pada tanggal 15 Mei 2015) ini belum sematang organisasi lain, sehingga kata solid itu seolah suplemen penyemangat yang akan tetap indah terdengar. Diantara tugas seorang hamba yaitu sebagai Abdullah (hamba Allah) dan Khalifah (pemimpin), tentulah kedua tugas tersebut akan dimintai pertanggungjawaban. Oleh karena itu, melalui forum mubes dilaporkan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2016-2017.

Dosen dan kepengurusan 2016-2018 bersama Ketua dan Sekjen terpilih

Alhamdulillah pada kegiatan ini LPJ kepengurusan 2016-2017 diterima dan dinyatakan demisioner. Kesepakatan forum saat pemilihan, setiap prodi memilih 2 suara dan ditambah dengan 2 suara dari perwakilan Pascasarjana dan UAD dalam hal ini Bimawa. Berdasarkan hasil pencalonan dan pemilihan menempatkan saudara Dwi Pamungkas dari MPMAT menjadi ketua Umum/Formatur terpilih ASMAPADA periode 2018-2019. Sementara itu untuk Sekretaris Jenderal adalah Sa’idah Oktariyah pemilik suara terbanyak kedua dari mahasiswa Manajemen Pendidikan, untuk mendampingi formatur terpilih satu periode kedepan. Semoga ASMAPADA tetap jaya di bawa kepemimpinan yang baru.(bala/pascamp)

Karya Ilmiah Reputasi Internasional

Dr. Dwi Sulisworo, M.T., memberikan materi workshop

Mahasiswa magister perlu membekali diri untuk dapat menulis karya ilmiah. Terlebih lagi adanya peraturan bahwa setiap mahasiswa Magister wajib untuk publish karya ilmiah di jurnal sebagai syarat kelulusan. Keahlian menulis perlu dipupuk sejak masuk perkuliahan. Program Pascasarjana Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memfasilitasi mahasiswa agar mempunyai keterampilan dalam menulis karya ilmiah. Salah satunya dalam rangkaian temu alumni ini diadakan workshop dengan tema “Penulisan Karya Ilmiah Bereputasi Internasional” bertempat di aula UAD kampus 4 pada hari Sabtu (14/4/2018).

Peserta workshop penulisan karya ilmiah

Hadir sebagai pemateri workshop adalah Dr. Dwi Sulisworo, M.T., dan Dr. Rully Charitas Indra Prahmana, S.Si., M.Pd., dengan moderator Anton Yudhana, Ph.D., yang keduanya(pemateri) sudah berpengalaman untuk menulis karya ilmiah dan banyak karya yang sudah dihasilkan. Pada workshop ini mahasiswa dan alumni diberikan motivasi untuk menulis dan cara agar tulisanya bagus serta bereputasi internasional. Harapannya setelah ini peserta workshop dapat segera menuangkan pemikiran dalam sebuah tulisan, baik nanti publish di jurnal maupun prosiding yang tentunya bereputasi internasional. Kedua pemateri juga membuka waktu kepada peserta untuk konsultasi jika memang ada karya ilmiah yang akan di publish dan memerlukan pembimbingan.