Alumni S2 MP UAD Tunjukkan Kapasitas Kepemimpinan dalam Diksuscakep Muhammadiyah DIY 2026
Yogyakarta – Kehadiran alumni Program Studi Magister Manajemen Pendidikan (S2 MP) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam Pendidikan Khusus Calon Kepala Sekolah/Madrasah (Diksuscakep) Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Tahun 2026 menjadi bukti nyata bahwa lulusan S2 MP UAD memiliki kompetensi, kapasitas kepemimpinan, dan daya saing yang tinggi dalam mengembangkan pendidikan Muhammadiyah.
Para alumni yang mengikuti program strategis ini berasal dari berbagai latar belakang jabatan, mulai dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, hingga guru yang dipersiapkan menjadi calon pemimpin sekolah dan madrasah Muhammadiyah masa depan. Keterlibatan mereka menunjukkan bahwa S2 MP UAD terus melahirkan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan siap mengemban amanah kepemimpinan di Amal Usaha Muhammadiyah.
Ada 10 alumni S2 MP UAD yang dipercaya mengikuti Diksuscakep 2026 sekaligus menjadi indikator keberhasilan program studi dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi manajerial, kepemimpinan, serta kemampuan mengelola perubahan di satuan pendidikan. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan calon kepala sekolah, yakni menyiapkan pemimpin pendidikan yang mampu membangun tata kelola sekolah yang efektif, meningkatkan mutu pembelajaran, mengembangkan budaya organisasi yang positif, serta menghadirkan inovasi demi terwujudnya sekolah/madrasah Muhammadiyah yang unggul, berkemajuan, dan berdaya saing.
Salah satu alumni adalah Nuryani, alumni S2 MP UAD angkatan 2020. Dalam pelaksanaan Diksuscakep 2026 PWM DIY, Nuryani berhasil dinobatkan sebagai salah satu Peserta Teraktif, sebuah apresiasi atas partisipasi, semangat belajar, dan kontribusinya selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Hari ini menjadi momen yang sangat disyukuri bisa terpilih sebagai Peserta Teraktif Diksuscakep 2026 PWM DIY. Prestasi ini tentu tidak lepas dari andil S2 Manajemen Pendidikan UAD yang telah membentuk karakter, wawasan, dan kapasitas kepemimpinan saya selama masa perkuliahan,” terang Nuryani yang juga Kepala SMP Muhammadiyah 1 Kalasan
Prestasi tersebut menjadi gambaran bahwa proses pembelajaran di S2 MP UAD tidak hanya membekali mahasiswa dengan penguasaan teori manajemen pendidikan, tetapi juga membentuk karakter kepemimpinan, kemampuan berpikir strategis, dan semangat pengabdian yang sangat dibutuhkan dalam memimpin sekolah dan madrasah Muhammadiyah. Kehadiran para alumni dalam Diksus Cakep juga memperkuat jejaring kepemimpinan pendidikan Muhammadiyah yang profesional dan berintegritas.
Sebagai informasi, kegiatan Diksuscakep Muhammadiyah DIY Tahun 2026 diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sebagai upaya memperkuat regenerasi kepemimpinan di sekolah dan madrasah Muhammadiyah.
Pelatihan berlangsung selama lima hari, 28 Juli hingga 1 Agustus 2026, bertempat di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) DIY, dan diikuti oleh 152 guru dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK/MA se-DIY yang diproyeksikan menjadi calon pemimpin sekolah dan madrasah Muhammadiyah di masa mendatang.
Ketua Panitia Diksuscakep 2026, yang juga merupakan dosen S2 MP UAD, Dr. Hendro Widodo, M.Pd., menjelaskan bahwa penyelenggaraan pelatihan ini dilandasi oleh kebutuhan regenerasi kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir sekolah dan madrasah Muhammadiyah di berbagai jenjang mulai menghadapi tantangan berupa terbatasnya calon kepala sekolah yang memiliki kesiapan memimpin sesuai dengan tuntutan perkembangan dunia pendidikan.
“Kami sadar betul bahwa sekolah/madrasah Muhammadiyah DIY dalam beberapa waktu terakhir masih membutuhkan kesiapan para calon kepala sekolah dan madrasah,” ungkap Dr. Hendro Widodo saat membuka kegiatan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kurikulum pelatihan disusun dengan mengacu pada struktur pembelajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang dipadukan dengan nilai-nilai dan visi pendidikan Muhammadiyah. Model pelatihan dilaksanakan melalui tiga tahapan, yaitu In Training I (In 1) I selama lima hari, dilanjutkan dengan On the Job Learning (OJL) di sekolah masing-masing, kemudian ditutup dengan In Training II (In II) sebagai tahap pelaporan dan refleksi hasil implementasi.
Selama pelaksanaan pelatihan, peserta memperoleh pembekalan secara bertahap yang mencakup penguatan kepemimpinan pembelajaran, manajemen sekolah, supervisi akademik, pengembangan budaya mutu, kewirausahaan, transformasi digital, penguatan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, hingga penyusunan rencana tindak lanjut yang akan diimplementasikan di sekolah masing-masing.
Melalui keterlibatan aktif para alumni dalam Diksuscakep 2026, S2 MP UAD kembali menegaskan perannya sebagai institusi yang konsisten mencetak pemimpin pendidikan yang unggul, profesional, berkarakter, dan siap mengemban amanah untuk memajukan sekolah serta madrasah Muhammadiyah di berbagai daerah.




