Alumni S2 MP UAD Raih Gold Medal Nasional melalui Karya Memoar
Prestasi di bidang literasi diraih oleh alumni Magister Manajemen Pendidikan (S2 MP) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Rizco Ardian Saputro, M.Pd., yang juga guru MIM Kenteng berhasil meraih penghargaan Gold Medal tingkat nasional melalui karya tulis antologi memoar kehidupan.
Penghargaan tersebut diberikan dalam program penulisan memoar yang berkolaborasi dengan penulis nasional Gol A Gong. Rizco menjadi salah satu nominasi Best Writer Memoar, dan setiap nominator mendapatkan Gold Medal sebagai bentuk apresiasi atas karya yang dihasilkan. Penghargaan diterima pada Ahad (7/6/2026) di lingkungan madrasah.
Kepala MIM Kenteng, Murtana, S.Pd.I., menyampaikan apresiasinya atas capaian yang diraih Rizco. Menurutnya, prestasi tersebut menjadi motivasi bagi warga madrasah untuk terus mengembangkan potensi dan menghasilkan karya.
“Selamat dan sukses untuk Rizco Ardian Saputro, M.Pd. yang telah meraih penghargaan nasional dalam bidang karya tulis. Semoga terus semangat berkarya dan membawa kemajuan bagi madrasah,” ujar Murtana.
Rizco Ardian Saputro menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi bagian dari perjalanan literasinya. Karya memoar yang ditulis akan tergabung dalam buku berjudul Bertahan dan Bertumbuh yang memuat karya para penulis memoar terpilih.
“Alhamdulillah mendapatkan penghargaan sebagai nominasi Best Writer Memoar yang berkolaborasi dengan Gol A Gong. Buku Bertahan dan Bertumbuh ini akan diterbitkan melalui SIP Publishing dan menjadi karya bersama para penulis memoar,” ungkap Rizco.
Capaian Rizco juga menjadi bukti bahwa alumni Magister Manajemen Pendidikan FKIP UAD memiliki kompetensi yang dapat berkontribusi di berbagai bidang, termasuk pengembangan literasi dan karya akademik. Bekal keilmuan manajemen pendidikan yang dimiliki alumni S2 MP UAD terus diwujudkan melalui inovasi, kreativitas, serta kontribusi nyata di lingkungan pendidikan.
Melalui karya dan prestasi yang diraih, Rizco menunjukkan bahwa guru madrasah tidak hanya berperan dalam pembelajaran, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang memiliki nilai dan apresiasi di tingkat nasional.




