Guru Besar UAD Ambil Peran Strategis dalam Pengembangan Sekolah Model Nasional
Prof. Dr. Suyatno, M.Pd.I., Guru Besar Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), ditunjuk sebagai salah satu tim pendamping pengembangan Sekolah Model melalui Perguruan Tinggi yang diselenggarakan oleh Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kegiatan yang berlangsung pada 7–10 Juni 2026 di Meeting Room SMP Muhammadiyah Plus Gunungpring, Muntilan, Magelang, ini melibatkan BSKAP, Tim Pusat Kurikulum dan Pembelajaran (Puskurjar), Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah, serta para pakar dari perguruan tinggi. Dalam program tersebut, Prof. Suyatno dipercaya sebagai pakar dari Universitas Ahmad Dahlan untuk mendampingi proses transformasi sekolah Muhammadiyah menuju sekolah model yang unggul dan berkelanjutan.
Selama dua hari pendampingan, tim bersama seluruh unsur sekolah melakukan analisis baseline dan diagnostik sekolah, menetapkan prioritas topik workshop, menyusun draf Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP), serta merancang draf perencanaan pembelajaran yang mencakup kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Kegiatan ini melibatkan Kepala Majelis Dikdasmen PDM Magelang, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, 25 guru, serta pustakawan.
Dalam sambutannya, kepala sekolah menyampaikan rasa syukur atas terpilihnya sekolah tersebut sebagai bagian dari program strategis nasional. “Kami sangat bersyukur bahwa sekolah kami menjadi bagian dari program yang sangat bagus ini. Kami berharap bahwa dengan menjadi sekolah model melalui pendampingan perguruan tinggi, sekolah kami akan mengalami transformasi dalam bidang kepemimpinan, pembelajaran, SDM, dan prestasi siswa,” ujar Prof Suyatno
Dalam pemaparannya, Prof. Suyatno menegaskan bahwa kolaborasi antara sekolah dan perguruan tinggi merupakan kunci untuk melahirkan model transformasi sekolah yang efektif dan kontekstual.
“Transformasi sekolah tidak lahir dari perubahan yang instan, tetapi dari proses belajar bersama yang berkelanjutan. Ketika sekolah dan perguruan tinggi berkolaborasi, akan lahir praktik-praktik terbaik yang mampu memperkuat kepemimpinan, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta membangun budaya mutu yang berdampak pada kemajuan peserta didik,” jelasnya.
Melalui program ini, diharapkan terwujud model transformasi sekolah Muhammadiyah, praktik pembelajaran yang lebih bermakna, kepemimpinan kepala sekolah yang kuat, serta budaya mutu sekolah yang terus berkembang dan berkelanjutan.





