UAD dan UNSIKA Bahas Manajemen Berbasis Partisipasi untuk Mendorong Pendidikan Bermutu
Magister Manajemen Pendidikan (S2 MP) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Magister Administrasi Pendidikan (S2 AP) Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) menggelar Seminar Nasional bertajuk “Manajemen Berbasis Partisipasi: Sinergi Administrasi Sekolah untuk Pemerataan Pendidikan Bermutu” pada Rabu (20/5). Kegiatan yang berlangsung di UAD Kampus 2A Lantai 3 ini diikuti oleh 30 peserta, terdiri atas 16 peserta dari UNSIKA dan 14 peserta dari UAD.
Seminar ini menjadi forum akademik untuk membahas berbagai isu strategis dalam pengelolaan pendidikan, mulai dari kesejahteraan guru, kepemimpinan pendidikan, hingga pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung terciptanya pendidikan yang berkualitas.
Dr. Dian Hidayati, S.T., M.M., dari S2 MP UAD menyampaikan materi mengenai burnout dan kesejahteraan guru. Ia menjelaskan bahwa tuntutan pekerjaan yang semakin kompleks dapat memengaruhi kondisi fisik maupun psikologis guru. Oleh karena itu, perhatian terhadap kesejahteraan guru menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas kinerja profesional.
“Hanya dengan keseimbangan mental dan kesejahteraan yang utuh, seorang guru mampu mempertahankan performa profesional terbaiknya dalam menjalankan tugas,” tegas Dian.
Pembahasan dilanjutkan oleh Dr. Bambang Ismaya, S.Ag., M.Pd. dari S2 AP UNSIKA yang mengangkat tema work-life balance dalam kaitannya dengan partisipasi dan mutu pendidikan. Menurutnya, keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan dapat membantu guru menjalankan perannya secara lebih efektif sehingga berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran.
Aspek kepemimpinan pendidikan juga menjadi salah satu topik utama dalam seminar. Dr. Achadi Budi Santosa, M.Pd., Sekprodi S2 MP UAD memaparkan pentingnya kepemimpinan adaptif dalam menghadapi perubahan di era Society 5.0. Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi turut membawa perubahan pada karakter guru dan peserta didik, sehingga pemimpin pendidikan perlu memiliki kemampuan beradaptasi terhadap dinamika yang terjadi.
Dalam pemaparannya, Achadi mengenalkan pendekatan Heifetz yang menekankan pentingnya pemimpin memahami kondisi organisasi secara menyeluruh sebelum menentukan langkah penyelesaian masalah.
“Seorang pimpinan hendaknya naik ke balkon agar dapat melihat dinamika anggota secara objektif. Dengan begitu, solusi yang diambil untuk menyelesaikan masalah internal sekolah akan lebih efektif,” jelas Achadi.
Selain membahas kesejahteraan guru dan kepemimpinan, seminar juga mengangkat pentingnya peran masyarakat dalam pengelolaan pendidikan. Dr. H. Undang Ruslan Wahyudin, M.M., M.Pd., dari UNSIKA memaparkan konsep manajemen berbasis partisipasi melalui pendekatan CIPO (Context, Input, Process, Output).
Ia menjelaskan bahwa keterlibatan masyarakat dalam pendidikan masih menghadapi berbagai tantangan. Partisipasi publik perlu terus diperkuat agar masyarakat dapat berperan lebih aktif dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan.
Baca juga: Kolaborasi untuk Peningkatan Kualitas Akademik
Pada sesi diskusi dan tanya jawab, peserta membahas persoalan beban administrasi guru yang masih sering beririsan dengan tugas tenaga kependidikan. Narasumber menekankan pentingnya pembagian tugas yang jelas dan proporsional agar guru dapat lebih fokus menjalankan fungsi utamanya dalam proses pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, S2 MP UAD dan S2 AP UNSIKA menegaskan pentingnya kolaborasi antara guru, tenaga kependidikan, pimpinan sekolah, dan masyarakat dalam membangun sistem pendidikan yang partisipatif. Sinergi berbagai pihak menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan pemerataan pendidikan bermutu secara berkelanjutan.





