Teachers’ Planning Practices for Deep Learning-Oriented Science Instruction: A Qualitative Case Study in Indonesian Junior High Schools
Studi ini menyelidiki strategi pedagogis yang digunakan oleh guru sains SMP dalam merancang pembelajaran berorientasi Deep Learning tentang sistem kehidupan dan sel. Deep Learning didefinisikan sebagai orientasi pembelajaran yang mendorong pemahaman konseptual, integrasi kognitif, dan keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Dengan mengadopsi pendekatan studi kasus kualitatif, data dikumpulkan dari lima guru sains di berbagai konteks sekolah di Kabupaten Bantul. Bukti empiris dihasilkan melalui lima wawancara mendalam semi-terstruktur yang dilakukan antara tanggal 18-22 Juli 2025, masing-masing berlangsung selama 60-90 menit, dilengkapi dengan analisis dokumen dari lima dokumen perencanaan pembelajaran, satu dari setiap guru yang berpartisipasi. Wawancara dipandu oleh kerangka kerja pengamatan kurikuler dan profesional gabungan, yang memungkinkan pemeriksaan sistematis terhadap proses pengambilan keputusan guru.
Temuan mengungkapkan tiga wawasan penting. Pertama, perencanaan pembelajaran sains kelas VIII yang selaras dengan kurikulum independen dan prinsip-prinsip Deep Learning terstruktur untuk mendukung pengalaman pemahaman konseptual, aplikasi, dan refleksi. Pemahaman konseptual difasilitasi melalui diskusi, berbagai sumber belajar, proyek siswa, dan presentasi; penerapan ditekankan melalui studi kasus dunia nyata; dan refleksi diintegrasikan melalui evaluasi hasil pembelajaran dan peluang untuk peningkatan pribadi. Kedua, guru mengantisipasi variasi dalam pengetahuan awal siswa dan kecenderungan terhadap partisipasi pasif. Ketiga, sebagai tanggapan, mereka mengadopsi pendekatan berbasis aset dan menerapkan langkah-langkah instruksional untuk mendorong keterlibatan yang penuh perhatian, bermakna, dan reflektif yang melampaui penilaian kognitif tradisional.
Secara teoritis, studi ini berkontribusi pada literatur tentang desain pedagogis sains dengan menunjukkan bagaimana pengamatan profesional dapat berfungsi sebagai lensa analitik untuk memahami perencanaan guru untuk pembelajaran mendalam, khususnya dalam konteks transisi menuju kurikulum berbasis kompetensi. Temuan ini juga memperluas diskusi yang ada tentang pembelajaran mendalam dengan menggambarkan bagaimana guru menerjemahkan harapan kurikuler ke dalam keputusan pedagogis konkret dalam kendala kelas nyata.
Artikel ditulis oleh Kawit Sayoto bersama dengan Dr. Enug Hasanah, M.Pd., dan Dr. Muhammad Zuhaery, M.A., terbit dalam International Journal of Educational Management and Innovation terakreditasi Sinta 2.
Baca lengkap artikel di https://journal2.uad.ac.id/index.php/ijemi/article/view/14694/




