Problematika Kebangsaan di Era Milenial

Asosiasi Mahasiswa Pascasarjana UAD (Asmapada) bekerjasama dengan Pascasarjana UAD dan Biro Mahasiswa dan Alumni (Bimawa) UAD menyelenggarakan kuliah umum dan orientasi mahasiswa baru Program Pascasarjana bertema “Problematika Kebangsaan di Era Milenial” dan diselenggarakan di Auditorium Kampus 2 UAD hari Sabtu (29/9/2018). Hadir menjadi pembicara adalah Prof. Dr. Muhammad Mahfud MD, SH., MH yang merupakan Guru Besar UII dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi.

Ketua ASMAPADA memberikan sambutan

Dwi Pamungkas selaku ketua Asmapada menjelaskan bahwa acara ini merupakan rangkaian dari orientasi mahasiswa baru pascasarjana setelah studium generale kemarin sekaligus memperkenal Asmapada dan mengajak bergabung bagi mahasiswa pascasarjana yang ingin berorganisasi. Mengapa mengambil tema diatas karena bermula dari kondisi sosial masyarakat di era kemajuan teknologi informasi banyak terjadi problem/masalah kebangsaan. Dan juga menghadirkan sosok Mahfud MD sebagai pembicara karena memang berkompeten dan sebagai tokoh netral dia bisa berbicara tentang hal-hal yang menjadi problematika saat ini terutama di era milenial. Mahasiswa Pascarjana UAD harus dapat untuk ikut serta menyadarkan generasi muda agar Pancasila tetap terjada dan menjadi Ideologi serta menjaga keutuhan NKRI.

Kegiatan ini diikuti 270 mahasiswa baru program pascasarjana UAD dari 11 prodi, mahasiswa UAD secara umum dan mahasiswa dari luar UAD. Kegiatan ini juga dapat saling menjalin tali silaturahmi antar prodi yang ada di Pascasarjana UAD,” terang Reno selaku ketua panitia kegiatan

Dr. Dwi Sulisworo memperkenalkan Program Pascasarjana UAD

Dr. Dwi Sulisworo selaku Wakil Direktur Pascasarjana UAD dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan adanya Asmapada ini dapat membantu mahasiswa dalam hal penulisan karya ilmiah, dikarenakan bahwa salah satu syarat kelulusan magister adalah menulis karya ilmiah dan dipublikasikan pada jurnal terakreditasi. Selain itu juga Dr. Dwi Sulisworo menyampaikan tentang organisasi yang ada di Pascasarjana UAD meliputi prodi, kantor, dan pengelolanya. Mahasiswa jangan ragu dan sungkan untuk bertanya baik kepada dosen, pengelola, maupun dirinya (dwi-red) jika mengalami kesulitan dalam studi di Pascarjana UAD.

Prof. Sarbiran membuka acara kuliah umum dan orientasi maba pascasarjana UAD

Hadir selanjutnya memberikan sambutan adalah Direktur Program Pascasarjana Prof. Dr. Achmad Mursyidi, M.Sc., Apt. Beliau berpesan bahwa sesungguhnya manusia yang baik adalah manusia yang berguna bagi sesama. Tidaklah berarti ilmu tanpa pengamalan kepada sesamanya. Hadir dan juga membuka acara ini adalah Wakil Rektor IV UAD Prof. Sarbiran yang menyampaikan ambil ilmu dari narasumber yang patut kita syukuri bahwa acara kita dapat mengundang Prof Mahfud MD. Jangan sia-siakan karena beliau (Mahfud MD) sudah datang di tengah kesibukannya.

 

Mahfud MD: Mari Jaga Pancasila

Prof. Mahfud MD (mimbar) memberikan kuliah umum

Pancasila sebagai ideologi negara telah mempersatukan pulau dan penduduk yang terdiri dari berbagai agama, suku, dan bahasa. Pancasila telah mempersatukan 17.504 pulau, 256 juta penduduk dari berbagai agama dan keyakinan. Juga mempersatukan 1.360 suku bangsa dan 726 bahasa daerah. Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Mahfud MD dalam  kuliah umum dan orientasi mahasiswa baru Program Pascasarjana UAD.

Lebih lanjut Mahfud MD mengajak serta mahasiswa dan peserta kuliah umum untuk menjaga dan memelihara pancasila dan tidak bisa ditawar lagi untuk menjadi ideologi negara Indonesia. Pancasila telah melahirkan hukum resmi yang ada di Indonesia dan pancasila memandang sama dan sebagai pedoman etik perundang-undangan yang berlaku di tanah air. Dijelaskan juga dua kedudukan Pancasila sebagai dasar ideologi negara yaitu pertama sebagai dasar negara, di mana Pancasila melahirkan hukum-hukum yang harus ditaati dan bersifat mengikat, kedua sebagai bukan dasar negara yakni mengatur norma dan etika, yakni pedoman pergaulan cara pandang hodup bersama, alat pemersatu gotong royong.

Mahasiswa menyimak pemaparan kuliah umum oleh Prof. Mahfud MD

Musuh kita (Indonesia) bukan negara lain dengan kolonialisme fisik. Melainkan adalah masalah kemiskinan dan ketidakadilan. Oleh karena itu kita sebagai anak bangsa harus memiliki wawasan nasionalisme baru terkait penegakan hukum dan keadilan. Kita tahu banyak negara Eropa pecah jadi negara negara kecil karena tidak memiliki ideologi yang kuat. Termasuk juga mereka yang memperjuangkan khilafah di Indonesia pasti akan sia-sia, karena tidak cocok untuk Indonesia. Karena pancasila telah disepakati oleh para bapak bangsa (dari beragam agama, suku) menjadi dasar negara.

Prof. Mursyidi (kiri) menyerahkan kenang-kenganan kepada Prof. Mahfud MD didampingi oleh Prof. Sarbiran (kanan)

Kegiatan kuliah umum dan orientasi ini mengambil tema “Problematika Kebangsaan di Era Milenial” diselenggarakan di Auditorium Kampus 2 UAD Sabtu (29/9/2018). Kegiatan diselenggarakan oleh Asosiasi Mahasiswa Pascasarjana UAD (Asmapada) bekerjasama dengan Pascasarjana UAD dan Biro Mahasiswa dan Alumni (Bimawa) UAD.