Kuliah Lapangan S2 MP UAD, Mahasiswa Belajar Tata Kelola Pendidikan di MBS Pleret
Mahasiswa semester 1 Program Studi Magister Manajemen Pendidikan (S2 MP) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan kuliah lapangan di Muhammadiyah Boarding School (MBS) Pleret, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Manajemen Mutu Pendidikan Terpadu, yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengaitkan teori yang diperoleh di kelas dengan praktik manajemen mutu dan tata kelola pendidikan secara langsung.
Kuliah lapangan ini diarahkan untuk melihat bagaimana manajemen mutu pendidikan diterapkan di MBS Pleret, baik dalam pengelolaan persekolahan maupun tata kelola pondok pesantren. Mahasiswa diajak mengamati secara langsung berbagai aspek pengelolaan lembaga, mulai dari perencanaan, pelaksanaan program, pengorganisasian sumber daya, pengawasan, hingga upaya peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konsep manajemen mutu secara teoritis, tetapi juga dapat melihat bagaimana prinsip-prinsip mutu diterapkan dalam konteks nyata sebuah lembaga pendidikan yang mengintegrasikan sistem persekolahan dan pendidikan pesantren.
MBS Pleret menjadi salah satu konteks pembelajaran yang menarik karena tata kelola pendidikannya mencakup pengelolaan sekolah sekaligus pesantren. Mahasiswa dapat mengamati bagaimana kedua sistem tersebut dikelola secara terpadu untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan, pembentukan karakter peserta didik, serta peningkatan kualitas layanan pendidikan.
Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa mendapatkan pemaparan tentang tata kelola dan pengelolaan pendidikan di MBS Pleret. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab, sehingga mahasiswa dapat menggali lebih jauh mengenai strategi pengelolaan mutu, tantangan yang dihadapi lembaga, serta berbagai praktik yang dilakukan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Kegiatan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk melakukan refleksi dan komparasi antara teori Manajemen Mutu Pendidikan Terpadu yang dipelajari di kelas dengan praktik pengelolaan pendidikan di lapangan. Dengan demikian, pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi berkembang menjadi kemampuan menganalisis penerapan manajemen mutu dalam kondisi dan karakteristik lembaga pendidikan yang nyata.
Salah satu mahasiswa S2 MP UAD, Rofiq Rizqi Adi, menyampaikan bahwa kuliah lapangan memberikan pengalaman dalam pengelolaan pondok pesantren.
“Sangat bermanfaat, dapat memberi kami gambaran terkait tata kelola persekolahan dan pondok yang baik.” ungkap Rofiq.
Sementara itu, Muhammad Apriyadi, mahasiswa semester 1 S2 MP UAD, menilai bahwa pengalaman mengamati tata kelola MBS Pleret memberikan perspektif baru tentang pengelolaan mutu pendidikan.
“Pembelajaran di kelas memberikan kami dasar teori mengenai manajemen mutu pendidikan. Ketika melihat langsung praktiknya di MBS Pleret, kami bisa memahami bahwa manajemen mutu tidak hanya berkaitan dengan hasil pembelajaran, tetapi juga bagaimana seluruh komponen lembaga dikelola dan saling mendukung, baik dalam sistem persekolahan maupun pondok pesantren,” tutur Apriyadi.
Kuliah lapangan tersebut menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual yang dikembangkan dalam Program Studi Magister Manajemen Pendidikan FKIP UAD. Kegiatan ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan, mengembangkan kemampuan observasi dan analisis, serta memahami kompleksitas tata kelola lembaga pendidikan secara lebih komprehensif.
Melalui pengalaman belajar di MBS Pleret, mahasiswa diharapkan mampu memahami bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan tata kelola yang terintegrasi, sistematis, dan berkelanjutan. Pengalaman tersebut sekaligus memperkuat kompetensi mahasiswa S2 MP UAD dalam menganalisis dan mengembangkan praktik manajemen pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik lembaga pendidikan.





