Perluas Wawasan Global, Mahasiswa S2 MP UAD Ikuti Student Mobility ke Malaysia dan Thailand
Dalam rangka memperluas wawasan internasional, memperkuat jejaring akademik, serta mendalami tata kelola pendidikan yang berada di luar negeri, Program Studi Magister Manajemen Pendidikan (S2 MP) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengelar kegiatan Student Mobility (SM) pada 25–30 Agustus 2026. Kegiatan kali ini mengunjungi negara Malaysia dan Thailand.
Kegiatan Student Mobility ini merupakan agenda rutin tahunan dari S2 MP UAD untuk memberikan pengalaman akademik internasional, exposure budaya, serta pemahaman praktik pengelolaan pendidikan di kancah global. Sebanyak 10 mahasiswa S2 MP UAD berpartisipasi dalam program ini dengan didampingi oleh dosen pendamping, Dr. Muhammad Zuhaery, M.A. Rombongan memulai perjalanan darat dari kampus UAD Yogyakarta menuju Jakarta pada 25 Agustus 2026 sebelum melanjutkan penerbangan ke Kuala Lumpur, Malaysia.
Baca juga: Mahasiswa Pascasarjana FKIP UAD Student Mobility ke Singapura dan Malaysia
Rangkaian agenda akademik diawali pada 26 Agustus 2026 dengan mengunjungi INTI International University, Malaysia. Dalam kesempatan ini mahasiswa dan dosen S2 MP UAD melakukan diskusi akademik mengenai isu pendidikan kekinian baik yang ada di Indonesia maupun Malaysia. Suasana diskusi berlangsung interaktif ketika mahasiswa mempresentasikan penelitian mereka di hadapan dosen dan mahasiswa INTI International University.
Setelah agenda akademik di Malaysia, rombongan melanjutkan perjalanan ke wilayah utara hingga menyeberang ke Thailand pada 27 Agustus 2026 untuk melakukan kunjungan institusi serta peninjauan tata kelola pendidikan di Sangkhom Islam School, Sadao, Thailand. Rombongan melakukan diskusi dan melihat langsung proses pembelajaran di sekolah luar negeri khususnya sekolah islam yang ada di Thailand.
Selain kunjungan institusi dan kegiatan akademik, para peserta juga berkesempatan melakukan studi lapangan ke berbagai pusat kebudayaan dan kawasan bersejarah internasional, seperti Putrajaya, Samila Beach di Songkhla, Batu Caves, Genting Highlands, hingga kawasan bersejarah Melaka dan Menara Kembar Petronas di Kuala Lumpur. Kegiatan ini memberikan pengalaman komprehensif mahasiswa dalam memahami korelasi antara budaya, sosial, dan sistem pendidikan di kawasan Asia Tenggara.
Dosen Pendamping Student Mobility, Dr. Muhammad Zuhaery, M.A., menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung (direct exposure) bagi mahasiswa pascasarjana dalam mengamati serta membandingkan manajemen pendidikan di dalam dan luar negeri.
“Kegiatan Student Mobility ini tidak hanya menjadi ajang penjelajahan budaya, tetapi juga ikhtiar akademik untuk membuka wawasan mahasiswa mengenai kepemimpinan dan pengelolaan lembaga pendidikan di skala internasional,” terang Zuhaery.
Disampaikan lebih lanjut, melalui kunjungan ke INTI International University dan Sangkhom Islam School di Thailand, mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana integrasi kurikulum global dan pengelolaan sekolah berbasis komunitas diterapkan. Harapannya, pengalaman ini mampu memicu gagasan inovatif yang dapat diimplementasikan dalam tesis maupun tata kelola pendidikan di Indonesia.
Baca juga: Testimoni Mahasiswa S2 MP Student Mobility Singapura dan Malaysia
Pengalaman berharga ini juga dirasakan langsung oleh para peserta. Asri, salah satu mahasiswa S2 MP UAD, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat menginspirasi. Ia juga mengapresiasi sambutan dan penerimaan yang sangat baik terhadap rombongan S2 MP UAD.
“Pada saat di Sangkhom Islam Wittaya School itu sangat menginspirasi karena di sana memang pertama itu Islamic ya. Jadi memang seperti sekolah yang ada di Indonesia kurang lebihnya begitu. Kemudian dari jenjang TK sampai SMA, juga ada boarding-nya. Di sana diterima dengan baik dan banyak insight ilmu yang kita dapat. Insya Allah bisa berbagi di Indonesia nanti,” terang Asri.
Aprilia salah satu mahasiswa juga mengungkapkan rasa syukurnya dapat bergabung dalam program ini. Menurutnya, kunjungan ke Sangkhom Islamic School di Thailand memberikan banyak wawasan baru yang dapat diterapkan di Indonesia.
“Penyambutan dari pihak sekolah luar biasa ramah dan hangat. Sekolahnya sangat bagus, dan banyak sekali ilmu serta pengalaman manajemen yang bisa kami serap untuk nantinya diterapkan di tanah air,” ujar Aprilia.
Rombongan dijadwalkan kembali ke tanah air dan tiba di Yogyakarta pada 30 Agustus 2026 setelah menempuh perjalanan penutup dari Jakarta. Melalui program ini, Magister Manajemen Pendidikan FKIP UAD terus berkomitmen untuk mencetak lulusan berdaya saing global yang adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan internasional.





