Managing Deep Learning to Encourage Independence in Elementary School Students: A Qualitative Case Study
Menanamkan kemandirian belajar sejak usia dini merupakan langkah penting dalam menciptakan siswa yang mandiri, percaya diri, dan mampu belajar sepanjang hayat. Kemandirian ini berperan penting dalam mendukung keberhasilan akademik serta membentuk karakter dan keterampilan siswa dalam menghadapi tantangan di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pembelajaran mendalam dalam membentuk kemandirian belajar siswa sekolah dasar.
Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan studi kasus di SD Muhammadiyah Danunegaran. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih dengan metode purposive sampling yang terdiri dari guru kelas dan siswa. Analisis data menggunakan teknik tematik dengan bantuan ATLAS.ti.
Hasil penelitian menunjukkan tujuh tema utama dalam manajemen pembelajaran mendalam, meliputi perencanaan, implementasi, evaluasi, karakteristik dan pentingnya kemandirian belajar, faktor pendukung, dan tantangan. Perencanaan dilakukan secara kolaboratif, implementasi menempatkan guru sebagai fasilitator, dan evaluasi menggunakan rubrik, checklist, dan observasi. Kemandirian ditandai dengan kepercayaan diri, inisiatif, tanggung jawab, dan belajar mandiri. Budaya sekolah mendukung, sedangkan tantangan berasal dari beragam karakter siswa dan pola pengasuhan orang tua.
Temuan ini berkontribusi pada pengelolaan praktik pembelajaran mendalam di sekolah dasar, menekankan bagaimana proses pembelajaran yang dikelola dengan baik dapat menumbuhkan kemandirian siswa serta pemikiran kritis dan reflektif mereka dalam membangun pengetahuan.
Artikel ditulis oleh Purwanti bersama dengan Dr.Enung Hasanah, M.Pd., dan Dr. Muhammad Zuhaery, M.A., yang terbit di jurnal Edukasia Volume 6 Nomor 2 tahun 2025 terakreditasi Sinta 2.
baca lengkap artikle di https://jurnaledukasia.org/index.php/edukasia/article/view/1754




