Pelatihan Karya Tulis Bagi Guru BK di Klaten

Bertempat di SMP Negeri 1 Jogonalan(6/8/2019) mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan (S2 MP) mengadakan Program pemberdayaan umat (PRODAMAT). Program ini merupakan salah satu kegiatan wajib bagi mahasiswa S2 MP sebagai bentuk aplikasi tridarma perguruan tinggi, pengabdian kepada masyarakat. Ketua pelaksana Agus Hartanto, S.Pd., bersama rekan-rekannya Nur Taufik, Sitti Nur Suraya Ishak, Siti Bustani Fauziah dan Puguh Priambudi menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pengabdian UAD terhadap masyarakat. Kegiatan ini difokuskan pada pelatihan penulisan dan publikasi karya tulis ilmiah untuk guru Bimbingan Konseling. Dra. Endah Sulistyowati, M.Si., selaku kepala sekolah SMP Negeri 1 Jogonalan melanjutkan bahwa kegiatan ini memberikan gambaran agar guru-guru BK dapat menulis dan mempublikasikan karya ilmiah setelah melakukan penelitian layanan bimbingan konseling. Guru BK adalah bank data terkait permasalahan siswa, Jadi guru harus melakukan penelitian untuk  mendiagnosis permasalahan yang dialami siswa dan mampu menemukan solusi dari permasalahan yang ada. Selain itu publikasi karya ilmiah dapat menentukan jenjang karir guru BK.

Dari ki-ka: Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Jogonalan, Indra Gunawan, S.Psi, Dr. Suyatno, M.Pd.I., Agus Hartanto (mahasiswa)

Dr. Suyatno, M.Pd.I sebagai narasumber menuturkan bahwa kegiatan PRODAMAT merupakan pengalaman terjun di masyarakat. Narasumber juga mengungkapkan bahwa kegiatan penulisan dan publikasi karya tulis ilmiah merupakan hal yang trending saat ini sehingga menjadi stimulus bagi guru-guru untuk menulis dan membuat artikel ilmiah terkait fenomena yang dialami ketika berinteraksi dengan siswa. Dr. Suyatno, M.Pd.I menjelaskan bahwa perjalanan menulis karya ilmiah hingga publikasi membutuhkan waktu yang cukup lama sehingga memerlukan ketekunan, kerja keras, dan telaten dalam melakukannya.

Untuk membuat sebuah tulisan ilmiah, guru harus melakukan penelitian yang dimulai dari desain penelitian yang baik. Ruang lingkup penelitian bimbingan konseling biasa disebut PLBK (Penelitian Layanan BK). Tentunya permasalahan dalam bidang bimbingan konseling cukup banyak. Jika guru sudah menemukan masalah maka dapat dikatakan sudah menyelesaikan separuh kegiatan penelitian. Dengan adanya desain yang sudah disusun maka akan memudahkan guru sebagai peneliti untuk menawarkan solusi yang dapat digunakan atau bermanfaat bagi siswa.

Dr. Suyatno, M.Pd.I., memberikan materi pelatihan

Antusias peserta pelatihan menjadikan suksesnya kegiatan ini, dimana banyak peserta mengikuti dan memperhatikan penjelasan dari narasumber. Kegiatan ini diikuti oleh 45 guru (MGBK) se Kawedanan Gondang Winangun Klaten. Menurut Agus Hartanto S.Pd kegiatan ini sangat penting agar guru mengetahui langkah-langkah penulisan dan publikasi karya ilmiah. Walaupun  pelatihan yang diselenggarakan masih kurang efektif karena keterbatasan waktu, namun dengan penjelasan narasumber yang luar biasa sudah dapat memberikan gambaran terkait penulisan dan publikasi karya ilmiah. Di akhir pelatihan Dr. Suyatno M.Pd.I memberikan sebuah tantangan untuk memicu guru membuat karya ilmiah dan semoga hal tersebut dapat menjadi motivasi untuk mulai bergerak mencari, mengenbangkan ide-ide, dan inovasi untuk memecahkan masalah yang dihadapi guru bimbingan konseling (BK) di Kawedanan Gondang Winangun Klaten.

 

Sampahku Membangun Sekolahku

Jum’at, 2 Agustus 2019 Kegiatan Program Pengembangan Masyarakat (PRODAMAT) dilaksanakan di MTs Muhammadiyah Kasihan, yang merupakan salah satu program wajib bagi mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan UAD, sebagai bentuk realisasi tridarma perguruan tinggi, mengabdi kepada masyarakat. Menurut Dr. Achadi Budi Santosa, M.Pd. kegiatan ini memberikan inspirasi untuk terus berkarya dan berinovasi, berkaca pada kebutuhan dan tuntutan yang ada di masyarakat saat ini. Beliau juga menjelaskan bahwa standar pendidikan nasional akan terus meningkat, oleh karenanya lembaga-lembaga pendidikan harus mampu mengupdate. Bukan hanya itu, sumber daya manusia juga harus mampu mengembangkan kompetensinya. Manajemen berbasis sekolah (MBS) menjadi trobosan untuk memajukan dan mengambangkan lembaga pendidikan, pengelolaan sampah hanya dapat dibangun melalui MBS, sekolah harus mampu merangkul seluruh warga sekolah termasuk masyarakat.

Ketua penyelenggara Ary Kurniawan, S.Pd., yang didampingi anggotanya Fajar Defitrika, Amalia Ima Nurjayanti dan Wasi’al Khusni memaparkan penyelenggaraan kegiatan ini merupakan pengabdian UAD terhadap masyarakat khususnya pada kegiatan ini difokuskan untuk pengambangan sumber daya manusia yang terjaring dalam AUM Bangunjiwo. Kegiatan ini bersama merangkul PRM Bangunjiwo dan MTs Muhammadiyah Kasihan, sebagai bentuk keseriusan menghadapi Abad XXI yang terus menuntut tingginya kreativitas dan inovatif. Ary Kurniawan melanjutkan penjelasannya bahwa sampah merupakan permasalahan global yang saat ini menjadi sorotan dunia, kesadaran masyarakat menjadi ujung tombak untuk menghadapi isu ini, bukan hanya masyarakat secara individu saja namun setiap instansi juga harus mampu berperan aktif memanfaatkan sampah.

Ananto Isworo (berdiri) memberikan materi pengelolaan sampah

Ananto Isworo sebagai mentor dalam kegiatan pelatihan ini, memberikan banyak inspirasi dan model pengelolaan sampah yang bervariasi karena pelatihan ini dikaitkan dengan kehidupan keseharian masyarakat yang kita geser dalam instansi, artinya peran peserta didik, guru dan warga sekolah lainnya untuk mengerjakan suatu proyek. Ananto Isworo bernotabene sebagai Founder Gerakan Sedekah Sampah (GSS) berbagi strategi manajemen yg dapat dilakukan oleh sekolah, diantaranya mengoptimalkan peran OSIS sebagai koordinasi lapangan dibawah tanggungjawab Waka Sarana Prasarana, juga sebagai bentuk pendidikan kewirausahaan, manajemen dan  adiwiyata serta menumbuh kembangkan ide, kreativitas dan rasa tanggungjawab. Sangat memprihatinkan program pendidikan adiwiyata yang saat ini berjalan di berbagai instansi sekolah, sebagaimana disampaikan oleh Ananto Isworo “banyak instansi yang menjalankan pendidikan adiwiyata namun belum pada pengembangan pengelolaan sampah, ini sungguh memprihatinkan, bagaimanapun juga sampah merupakan bagian dari kebutuhan dan tuntutan dalam berkehidupan, oleh karena itu kita harus mampu berfikir kritis dan bertindak kolaboratif dalam memanipulasi keberadaan sampah ini.”. Selanjutnya strategi yang diberikan dengan pembentukan TIM Adiwiyata yang beranggotakan perwakilan setiap kelas dan pengurus osis sebagai “bank sampah”. Pengelolaan sampah yang bervariatif berupa artefak-artefak, tempat media tanam organik, dan jika menghasilkan produk jual seperti tas, dompet maka hasilnya dapat disalurkan pada program sodaqoh.

Peserta pelatihan pengelolaan sampah

Antusias peserta pelatihan menunjukan kesuksesan dan pentingnya kegiatan ini, dimana banyak peserta pelatihan dengan seksama mengikuti pelatihan membuat tas dari kaos oblong bekas juga pembuatan tempat media tanam organik dari botol air mineral. Menurut Ary Kurniawan, S.Pd., pelatihan  yang diselenggarakan dirasa masih kurang efektif karena keterbatasan waktu, namun sudah mampu memicu kekritisan dan memberikan motivasi kepada peserta pelatihan untuk melakukan pemanfaatan sampah. Harapanya kegiatan ini terus dilanjutkan dan dikembangkan ke seluruh instansi yang ada di Yogyakarta, sehingga instansi juga ikut serta menyumbang peran aktif dalam meredam isu aktual yang dapat memperkeruh kehidupan bumi. (fj/adm)