Mahasiswa Gelar Prodamat di SD Muhammadiyah Condongcatur Angkat Tema Harmoni Komunikasi Sekolah Dasar
Magister Manajemen Pendidikan (S2 MP) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menyelenggarakan Program Pemberdayaan Umat (Prodamat) sebagai bagian dari implementasi pembelajaran berbasis pengabdian. Prodamat merupakan kegiatan wajib yang harus dilaksanakan oleh seluruh mahasiswa sebagai wujud kontribusi nyata kepada masyarakat sekaligus penguatan kompetensi manajerial dan kepemimpinan pendidikan.
Prodamat kali ini mengusung tajuk “Bukan Sekadar Tegur Sapa: Seni Mengelola Hubungan Harmonis di Lingkungan Sekolah Dasar”. Kegiatan tersebut dilaksanakan di SD Muhammadiyah Condongcatur pada Jumat, 30 Januari 2026, dengan jumlah peserta sekitar 70 orang yang terdiri dari guru dan tenaga kependidikan.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Sukirman, M.Pd., dosen S2 MP UAD yang memberikan penguatan materi terkait pentingnya membangun komunikasi interpersonal yang sehat di lingkungan sekolah dasar. Pemilihan tema dilatarbelakangi oleh realitas bahwa interaksi di lingkungan sekolah kerap terjebak dalam rutinitas administratif yang kaku dan bersifat formalitas. Komunikasi yang terjadi sering kali hanya sebatas tegur sapa tanpa kedalaman makna, sehingga berpotensi menimbulkan kerentanan karakter dan bahkan memicu tindakan perundungan (bullying).
Disampaikan oleh Vira Nurohmah Yalanyta selaku mahasiswa penyelenggara prodamat bahwa sinergi yang kuat antara guru, karyawan, dan masyarakat melalui komunikasi yang sehat sangat diperlukan guna menciptakan hubungan timbal balik yang saling memperkuat. Dalam perspektif pendidikan Islami, pendidik tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai komunikator yang mampu mengintegrasikan nilai akhlak dan keteladanan (uswatun hasanah) dalam setiap interaksi. Oleh karena itu, tema ini dipilih sebagai upaya konkret untuk menghadirkan strategi praktis dalam mengelola harmoni sosial melalui pendekatan manajemen hubungan yang holistik.
Dalam pemaparannya, Dr. Sukirman, M.Pd., menegaskan bahwa membangun harmoni sosial bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah seni yang memerlukan kecerdasan emosional dan spiritual. Ia mendorong para pendidik untuk bertransformasi menjadi komunikator yang mampu memberikan keteladanan agar internalisasi nilai karakter dapat tumbuh secara alami melalui interaksi yang mendalam.
“Mengelola hubungan harmonis di lingkungan sekolah adalah seni yang melibatkan hati dan kecerdasan emosional. Hubungan yang baik bukan hanya tentang formalitas tegur sapa, melainkan fondasi bagi terciptanya generasi yang berkarakter luhur,” terang Sukirman
Kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan penuh antusiasme. Peserta aktif mengajukan pertanyaan serta terlibat dalam diskusi interaktif bersama narasumber. Suasana dialogis tersebut menunjukkan tingginya kesadaran warga sekolah terhadap urgensi penguatan komunikasi interpersonal dalam membangun ekosistem pendidikan yang aman dan suportif.
Andi Darmawan selaku ketua kelompok Prodamat menyampaikan bahwa melalui program ini mereka menyadari pentingnya mentransformasi komunikasi yang kaku dan transaksional menjadi hubungan yang berbasis empati serta nilai-nilai spiritual.
“Pengalaman mengelola program ini memberikan kami pelajaran berharga tentang bagaimana strategi komunikasi interpersonal yang efektif dan pendekatan Islami dapat menjadi fondasi kuat dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang aman dan suportif bagi perkembangan anak,” ungkap Andi.
Melalui kegiatan Prodamat ini, mahasiswa S2 MP UAD tidak hanya mengasah kompetensi akademik, tetapi juga memperkuat peran sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan solusi nyata bagi penguatan budaya sekolah yang harmonis dan berkarakter. Dalam prodamat ini juga diperkenalkan prodi S2 MP UAD serta visi keilmuan yang menjadi tujuan dari S2 MP UAD.



