Kuliah Perdana S2 MP UAD Bahas Kepemimpinan Adhokrasi dan Budaya Inovasi di Era Digital
Program Studi Magister Manajemen Pendidikan (S2 MP) Universitas Ahmad Dahlan menggelar kuliah perdana semester genap tahun akademik 2025/2026 dengan tema “Kepemimpinan Adhokrasi dan Budaya Inovasi dalam Membangun Keunggulan Pendidikan di Era Digital”. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada Kamis, 2 April 2026 melalui Zoom Meeting dan YouTube, serta diikuti oleh dosen dan mahasiswa S2 MP UAD.
Kuliah perdana merupakan agenda rutin Prodi S2 MP UAD untuk mengawali semester baru dengan menghadirkan narasumber sesuai bidang kepakaran. Pada kesempatan ini, narasumber yang hadir adalah Dr. Muhammad Zuhaery, M.A., dosen S2 MP UAD.
Kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UAD, Muhammad Sayuti, M.Pd., M.Ed., Ph.D. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru dan mengajak mereka untuk menjadi bagian dari keluarga besar UAD, khususnya FKIP.
“Selamat datang dan selamat bergabung dalam keluarga besar UAD, khususnya FKIP,” ujar Sayuti.
Ia juga memaparkan perjalanan institusi dari IKIP Muhammadiyah Yogyakarta yang kemudian bertransformasi menjadi Universitas Ahmad Dahlan pada tahun 1994. Menurutnya, perkembangan tersebut membawa UAD menjadi salah satu perguruan tinggi unggul di Indonesia.
Sayuti menegaskan bahwa UAD saat ini terus menunjukkan kemajuan, bahkan dalam pemeringkatan dunia terbaru untuk bidang pendidikan, UAD menempati posisi perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, Sayuti mendorong mahasiswa untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas bacaan selama menjalani perkuliahan.
“Saya sangat mendorong agar Bapak Ibu selama proses belajar itu menambah frekuensi, menambah kuantitas, menambah kualitas sekaligus bacaan,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan harus menjadi continuous learner atau pembelajar sepanjang hayat. Menurut Sayuti, budaya membaca dan belajar merupakan salah satu indikator penting bagi kemajuan sebuah peradaban. Mahasiswa MP didorong menjadi continuous learner, pembelajar sejati selama proses kuliah dan tentu nanti pasca kuliah. Karena itu, jika memiliki profesi guru, ada kalimat: hanya guru yang terus belajar yang boleh terus mengajar.
Pada sesi kuliah perdana, Dr. Muhammad Zuhaery, M.A. menyampaikan bahwa sekolah tidak lagi dapat dipandang semata-mata sebagai organisasi birokratis yang kaku.
“Sekolah bukan sekadar hierarki birokrasi, melainkan ekosistem kompleks yang membutuhkan penyelarasan strategis antara struktur, budaya, dan kepemimpinan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kepemimpinan bukan hanya dimiliki oleh seseorang yang menjabat sebagai kepala atau pimpinan formal, tetapi lebih pada kemampuan memengaruhi orang lain.
“Pemimpin itu bukan hanya seorang kepala, tetapi bagaimana ia mampu menginfluensi dan memengaruhi siapa pun,” ungkap Zuhaery.
Dalam materinya, Zuhaery menjelaskan konsep kepemimpinan adhokrasi sebagai model organisasi yang fleksibel, organik, dan terdesentralisasi. Model ini menempatkan inovasi dan kemampuan beradaptasi secara cepat sebagai kekuatan utama.
“Adhokrasi adalah struktur organisasi yang sangat fleksibel, organik, dan terdesentralisasi, dengan mengutamakan inovasi serta adaptasi yang cepat dibandingkan hierarki yang kaku,” jelasnya.
Menurut Zuhaery, adhokrasi bertentangan dengan birokrasi tradisional. Jika birokrasi mengandalkan standardisasi dan prosedur yang ketat, maka adhokrasi bertumpu pada kolaborasi, koordinasi horizontal, dan kemampuan merespons perubahan.
Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan adhokrasi dibangun atas enam prinsip utama, yaitu mendorong inovasi dan keberanian mengambil risiko, menerapkan desentralisasi dan pemberdayaan tim, membentuk struktur organisasi yang fleksibel sesuai kebutuhan, mengembangkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan, memperkuat kolaborasi lintas fungsi, serta memiliki visi jangka panjang yang berorientasi pada pertumbuhan dan keunggulan melalui inovasi.
Melalui kuliah perdana ini, Prodi S2 MP UAD juga memperkenalkan visi keilmuan dan tujuan program studi kepada mahasiswa. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal yang kuat bagi mahasiswa untuk membangun semangat belajar, inovasi, dan kepemimpinan yang adaptif dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.






