Ecology-Based School Principal Leadership Model to Improve The Quality of Education
Model kepemimpinan berorientasi ekologi semakin penting untuk menumbuhkan kesadaran lingkungan, mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan ke dalam kurikulum, dan membangun budaya sekolah yang menghargai ekosistemnya. Studi ini bertujuan untuk menganalisis strategi, implementasi, dan dampak kepemimpinan kepala sekolah berbasis ekologi dalam membangun budaya sekolah berkelanjutan di SMA Negeri 6 Yogyakarta.
Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif, dengan menggunakan desain studi kasus yang melibatkan empat informan kunci melalui wawancara mendalam, observasi non-partisipatif, dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman, yang melibatkan tahapan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan data, dengan melakukan triangulasi sumber dan metode untuk menjaga kredibilitas.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan ekologi diimplementasikan melalui visi dan kebijakan yang berbudaya lingkungan, integrasi isu ekologi ke dalam kurikulum berbasis proyek, dan partisipasi aktif warga sekolah dalam program Muda Wijaya Green School Community (MWGSC). Faktor pendukung utama meliputi komitmen kepala sekolah, kolaborasi antar warga sekolah, dan dukungan eksternal, sedangkan kendala meliputi keterbatasan sumber daya dan adaptasi siswa baru.
Model ini telah terbukti memberikan dampak positif pada motivasi belajar, karakter kepedulian lingkungan, dan peningkatan kualitas pendidikan holistik, sekaligus menyoroti kebutuhan akan pelatihan kepemimpinan ekologis dan dukungan untuk kebijakan pendidikan berkelanjutan di sekolah.
Artikel ditulis oleh Budi Mulyadi bersama dengan Dr. Achadi Budi Santosa, M.Pd., dan Prof. Dr. Pujiati Suyata, M.Pd., yang terbit di Jurnal Eduscience (JES) Volume 12 Nomor 6 tahun 2025 terakreditasi Sinta 2.
Baca lengkap artikel di https://jurnal.ulb.ac.id/index.php/eduscience/article/view/7877




