Analisis Implementasi Kurikulum Pendidikan Inklusif dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah Dasar Swasta Kota Balikpapan
Implementasi Kurikulum Pendidikan Inklusif melalui Program Pembelajaran Individual (PPI) terbukti efektif meningkatkan kualitas pembelajaran serta mendukung tumbuh kembang Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK). Hal tersebut terungkap dalam hasil penelitian studi kasus kualitatif yang dilakukan oleh Fitri Anita Hapsari, Enung Hasanah, dan Achadi Budi Santosa di SDIT Istiqomah Balikpapan.
Studi bertajuk “Analisis Implementasi Kurikulum Pendidikan Inklusif dalam Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di Sekolah Dasar Swasta Kota Balikpapan” ini diterbitkan pada Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata (JPDF) Volume 7 Nomor 3 Tahun 2026 (Terakreditasi SINTA 3).
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tantangan nyata di lapangan, yaitu adanya kesenjangan hasil belajar antara peserta didik reguler dan PDBK akibat belum optimalnya adaptasi kurikulum. Lewat analisis data kualitatif yang diolah menggunakan perangkat lunak Atlas.ti dan teknik triangulasi, para peneliti memetakan bagaimana strategi PPI mampu menjembatani hambatan teknis maupun administratif yang dialami oleh para pendidik.
Empat Pilar Adaptasi Kurikulum
Temuan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pelaksanaan PPI di SDIT Istiqomah Balikpapan bersandar pada empat pilar penyesuaian utama:
-
Penyesuaian Materi: Menyelaraskan tingkatan materi dengan kemampuan PDBK.
-
Penyesuaian Kompetensi: Memodifikasi capaian pembelajaran yang realistis.
-
Penyesuaian Waktu: Memberikan durasi pengerjaan dan belajar yang fleksibel.
-
Penyesuaian Penilaian: Menggunakan metode asesmen adaptif sesuai perkembangan siswa.
Modifikasi tersebut diterapkan secara menyeluruh pada tujuan, metode, media, hingga aktivitas pembelajaran harian.
Sinergi dan Dampak Positif pada Peserta Didik
Selain penyesuaian akademik, penelitian ini menggarisbawahi pentingnya kolaborasi harian antara Guru Kelas, Guru Pendamping Khusus (GPK), serta komunikasi berkala dengan orang tua. Pengelolaan emosi anak yang terstruktur di dalam kelas juga menjadi pendukung utama iklim belajar yang kondusif.
Meski guru masih menghadapi kendala teknis terkait analisis Capaian Pembelajaran (CP) dan manajemen waktu, penerapan PPI terbukti memberikan dampak positif multidimensi pada PDBK. Hasil penelitian mencatat adanya peningkatan performa akademik, rasa percaya diri, daya fokus, serta kemampuan regulasi emosi yang lebih baik hingga mampu menurunkan frekuensi tantrum pada anak.
Hasil studi ini diharapkan dapat menjadi rujukan praktis bagi sekolah-sekolah dasar swasta lainnya di Indonesia dalam mendesain dan mengimplementasikan layanan pendidikan inklusif yang berkualitas.
Tentang Peneliti & Publikasi:
Penelitian ini disusun oleh Fitri Anita Hapsari, Enung Hasanah, dan Achadi Budi Santosa. Naskah lengkap telah dipublikasikan secara resmi di Jurnal Pendidikan Dasar Flobamorata (JPDF) Vol. 7 No. 3 Tahun 2026.



