Prof. Suyatno Sampaikan Tausiyah Penuh Makna dalam Buka Bersama SMA Negeri 11 Yogyakarta
Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti acara Buka Bersama keluarga besar SMA Negeri 11 Yogyakarta yang diselenggarakan pada Jumat, 20 Februari 2026, bertempat di Meeting Room sekolah. Seluruh civitas academika, mulai dari kepala sekolah, para wakil kepala sekolah, guru, hingga tenaga kependidikan hadir dalam kebersamaan yang sarat makna tersebut.
Pada sesi utama, hadirin mendapatkan siraman ruhani dari Prof. Dr. Suyatno, M.Pd.I., Guru Besar Program Studi Magister Manajemen Pendidikan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ahmad Dahlan. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak seluruh peserta untuk merefleksikan kembali hakikat ibadah puasa sebagai jalan pembentukan karakter dan pemurnian jiwa.
Mengutip QS Al-Baqarah ayat 183, beliau menegaskan bahwa tujuan utama puasa Ramadhan adalah membentuk pribadi yang bertaqwa. Untuk memperdalam makna tersebut, ia merujuk pemikiran cendekiawan Muslim terkemuka, Fazlur Rahman, yang menyatakan bahwa taqwa bukan sekadar rasa takut kepada Tuhan dalam arti emosional, melainkan kesadaran moral yang mendalam dan terus-menerus akan kehadiran Allah yang membimbing perilaku manusia.
Lebih lanjut, Prof. Suyatno menguraikan empat kandungan makna utama taqwa: Pertama, kesadaran etis (moral consciousness) Taqwa adalah sikap batin yang membuat seseorang selalu sadar bahwa Allah mengetahui setiap tindakan, sehingga ia terdorong untuk bertindak adil, jujur, dan bertanggung jawab. Kedua, komitmen terhadap nilai-nilai moral Al-Qur’an sangat berorientasi pada pembentukan masyarakat yang adil. Maka taqwa bukan hanya ibadah ritual, tetapi komitmen aktif terhadap keadilan sosial, kebaikan, dan reformasi moral. Ketiga, pengendalian diri (self-restraint) taqwa berarti kemampuan menahan diri dari tindakan yang merusak diri sendiri dan masyarakat, karena sadar akan konsekuensi moral dan spiritualnya. Keempat, kesadaran akan pertanggungjawaban (accountability) Orang yang bertaqwa hidup dengan kesadaran bahwa ia akan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan Allah.
Dengan penjelasan yang jernih dan reflektif, Prof. Suyatno menegaskan bahwa taqwa adalah pusat etika Qur’ani, sebuah kesadaran moral yang aktif dan transformatif dalam kehidupan pribadi maupun sosial. Ibadah puasa, yang dijalani sebulan penuh, diharapkan menjadi proses pembentukan karakter yang mengantarkan setiap insan menuju derajat taqwa yang semakin matang dan paripurna. Acara pun ditutup dengan doa dan buka puasa bersama, menghadirkan kehangatan ukhuwah yang semakin mempererat tali silaturahmi di antara seluruh warga sekolah.
Tidak hanya unggul dalam bidang akademik, dosen S2 Manajemen Pendidikan UAD juga aktif hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan pengabdian, seperti pelatihan dan ceramah keagamaan seperti ini. Kehadiran tersebut memberikan manfaat nyata, dengan hasil dan dampak yang dapat langsung dirasakan oleh masyarakat luas.





