Inovasi KKG Meningkatkan Kompetensi Guru

Mahasiswa Program Magister Manajemen Pendidikan (S2 MP UAD) bekerjasama dengan KKG Kecamatan Sleman, Kabupaten Sleman menyelenggarakan Program Pemberdayaan Umat (PRODAMAT). Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan wajib bagi mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan UAD, sebagai bentuk aplikasi tri darma perguruan tinggi, pengabdian masyarakat. Ketua Pelaksana Rr. Khoiry Nuria Widianingrum bersama rekan-rekannya Utma Masniyati Saniya, Erlina Istiningsih, Rahma Widyastuti, Nuniek Rahmatika menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pengabdian UAD kepada masyarakat. Kegiatan ini mengambil tema “Inovasi Kegiatan KKG dalam Rangka Meningkatkan Kompetensi Guru”. KKG kecamatan Sleman sebagai wadah para guru untuk meningkatkan profesionalismenya dalam rangka peningkatan mutu pendidikan, berupaya untuk mencanangkan berbagai program inovasi dalam kegiatan KKG serta mengadakan rapat kerja berkala dalam rangka evaluasi program. Program kegiatan tersebut diimplementasikan untuk menjawab tantangan berbagai permasalahan pembelajaran yang dialami oleh para guru serta dalam rangka meningkatkan kompetensi para guru.

Mahasiswa S2 MP beserta Dr. Enung Hasanah, M.Pd.(ketiga dari kanan)

Dalam pengantarnya ketua Prodamat Rr. Khoiry Nuria Widianingrum menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin yang harus dilaksanakan mahasiswa S2 MP UAD bersama dosen pembimbing Dr. Enung Hasanah, M. Pd. Kegiatan ini berkolaborasi dengan kegiatan KKG guru SD di Kecamatan Sleman. Dengan kegiatan ini harapannya pengurus KKG dapat memberikan agenda-agenda kegiatan dan pengalaman-pengalaman guru dalam meningkatkan kompetensi guru.

Sambutan Jumari, M.Pd. (kanan) selaku pengawas SAD Kecamatan Sleman

Selanjutnya bapak Jumari, M.Pd. selaku Pengawas SD Kecamatan Sleman dalam sambutannya mengatakan KKG mengadakan pertemuan pengurus untuk mengadakan pembinaan kompetensi guru merupakan hal sangat penting. KKG merupakan wadah yang tepat untuk pembinaan professional guru. Contoh kegiatan aktif KKG untuk peningkatan kompetensi guru adalah pembuatan soal ulangan harian setiap kelas. Kegiatan KKG harus selalu digiatkan baik digugus maupun di kecamatan. Dalam kegiatan KKG tersebut juga bisa digunakan sebagai tempat sharing pengalaman bagi guru-guru yang sudah melaksanakan diklat-diklat tertentu guna berbagi pengalaman. UPT menunggu program-program dari KKG untuk peningkatan kompetensi guru SD di Kecamatan Sleman.

Kepala UPT  Layanan Pendidikan Kecamatan Sleman yaitu Bapak Sumarwanto, S.Pd menyampaikan Dalam rangka menghadapi era globalisasi harapannya guru tidak gagap teknologi dengan inovasi-inovasi yang ada saat ini. Dengan adanya inovasi baru dari pengurus KKG harapannya KKG kecamatan sleman lebih kompak, maju demi kemajuan siswa-siswa kita semua. Jika ada permasalahan pada KKG bisa berkonsultasi dengan pengawas SD dan juga pengurus K3S Kecamatan Sleman.

Dr. Enung Hasanah (baju abu-abu) memberikan materi prodamat

“Paradigma baru “Merdeka Belajar” dikaitkan dengan inovasi KKG, inovasi akan terbentuk dari kompetensi yang kita miliki saat ini. Program KKG selama ini tidak berjalan karena programnya kurang menarik karena tidak sesuai dengan kebutuhan,” Kata Dr. Enung Hasanah, M.Pd. dalam paparannya. Kaitannya dengan paradigma baru adalah pembaharuan pembelajaran yang aktif disesuaikan dengan kebutuhan. Pembelajaran aktif yang masuk akal sehingga tidak membosankan bagi siswa, kreativitas harus dimunculkan dan dikembangkan agar pembelajaran tidak membosankan. KKG merupakan wadah kegiatan professional, sehingga syarat professional ini ditandai dengan adanya kepengurusan yang terencana. KKG sebagai wadah guru belajar. Salah satu bentuk inovasi guru adalah pemanfaatan media pembelajaran guna meningkatkan mutu pembelajaran. Penyusunan program KKG harus disesuaikan dengan kebutuhan, jadi sebelum penyusunan program harus dilaksanakan curah pendapat dari para guru, kebutuhan guru kelas 1 akan berbeda dengan kebutuhan kelas 5, dan lain-lain. Curah pendapat bisa dilaksanakan dengan cara berkumpul dalam KKG ini. Dalam curah pendapat harus ditemukan masalah yang ada dalam KKG ini, kemudian diidentifikasi masalahnya agar diketahui masalahnya. Setelah itu munculkan alternative pemecahan masalahnya. KKG akan berhasil kalau ada kerjasama antar elemen dan pengurus KKG. Optimalnya program KKG adalah output disekolah dan kehadiran guru dalam KKG (adm)

Pendaftaran Proposal Tesis Genap 2019/2020

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Mahasiswa semester 1 S2 MP yang akan mengambil mata kuliah seminar proposal (di semester 2) dimohon untuk mengajukan 2 judul proposal disertai dengan latar belakang masalah maks 2 lembar dengan menyertakan sumber-sumber rujukan terbaru. Pengajuan dilakukan melalui sistem online paling lambat hari Sabtu, tanggal 22 Februari 2020 jam 24.00 WIB. Untuk pengajuan silahkan buka link dibawah.

Pengajuan judul silahkan mengisi form  klik disini

Wassalamu’alaikum warahmatullahi Wabarakatuh

Terima kasih, Ka.Prodi

Mahasiswa Semester 1 Kumpul

Magister Manajemen Pendidikan (S2 MP) pada Jum’at (31/1/2020) bertempat di ruang 102 UAD kampus 2 mengumpulkan mahasiswa semester 1. Agenda pada pertemuan ini pertama sosialisasi Program Pemberdayaan Umat (PRODAMAT) dan pendampingan menulis proposal tesis sebagai bekal mata kuliah seminar di semester 2 nanti.

Kaprodi memberikan materi kegiatan PRODAMAT

Dalam pengantarnya, Dr. Suyatno, M.Pd.I selaku kaprodi S2 MP menyampaikan bahwa PRODAMAT merupakan kegiatan wajib bagi mahasiswa Program Pascasarjana UAD sebagai salah satu syarat kelulusan. Kegiatan selama 20 jam bisa dilaksanakan di sekolah atau masyarakat umum. Sebagai contoh PRODAMAT di masyarakat umum yang telah terselenggara adalah pelatihan membatik, pelatihan pengolahan sampah, parenting. Sedangkan PRODAMAT di sekolah antara lain pelatihan Living Value Education (LVE), Manajemen SMK.  Mahasiswa membagi menjadi beberapa kelompok dengan anggota maksimal 6 orang. Selanjutnya menentukan program yang akan dilaksanakan, jika di sekolah prodi akan membantu narasumber yang akan disesuaikan dengan kompetensi dosen dari program yang akan diselenggarakan. Kemudian dilanjutkan membuat proposal PRODAMAT ke Program Pascasarjana UAD dan diakhir kegiatan membuat dokumentasi kegiatan berupa laporan. Hasil dari prodamat nantinya akan mendapatkan sertifikat yang dapat digunakan sebagai SKPI.

Mahasiswa mengikuti pertemuan terkait PRODAMAT dan pendampingan tesis

Pada agenda kedua adalah pendampingan mahasiswa menulis judul dan proposal tesis. Diharapkan penulisan tesis dilakukan sejak dini. Nantinya bisa berpeluang mendapatkan hibah Dikti Penulisan Tesis Magister”, terang Dr. Suyatno, M.Pd.I. Tujuan dari pendampingan ini adalah menghasilkan judul tesis yang sesuai dengan bidang manajemen pendidikan.

Dr. Fitri Nur Mahmudah memberikan masukan terkait juduk proposal tesis mahasiswa

Kegiatan ini dipandu oleh Dr. Achadi Budi Santosa dan Dr. Fitri Nur Mahmudah selaku dosen pengampu mata kuliah Seminar Proposal Tesis. Pada awal penyampaiannya, Dr. Budi memberikan penjelasan mengenai proposal tesis dan beberapa contoh alternatif judul  tesis bidang manajemen pendidikan. Selanjutnya mahasiswa menuliskan rencana judul yang akan dijadikan proposal tesis. Menyambung selanjutnya, Dr. Fitri melihat dan memberikan masukan mengenai judul yang ditulis oleh mahasiswa terkait dengan jenis penelitian, tempat, pengambilan data, dll. Setelah kegiatan ini mahasiswa sudah mempunyai judul untuk proposal tesis dan membuat rancangan penelitian yang diajukan ke prodi selanjutnya mendapatkan dosen pembimbing.

Manajemen SMK Berdasarkan Kebutuhan DU/DI di Era 4.0

Sebanyak 45 orang yang terdiri dari kepala sekolah, guru dan staf administrasi mengikuti Program Penyelarasan manajemen SMK Kesehatan Berdasarkan Kebutuhan DU/DI di Era 4.0 yang bertempat di SMK Kesehatan Amanah Husada, Banguntapan Bantul, Yogyakarta (17/1/2020).  Kegiatan ini merupakan Program pemberdayaan umat (PRODAMAT) merupakan salah satu kegiatan wajib bagi mahasiswa S2 Manajemen Pendidikan UAD, sebagai bentuk aplikasi tridarma perguruan tinggi, pengabdian kepada masyarakat.

Fitri Nur Mahmudah (tengah) di dampingi Umar (kanan) dan kepala sekolah SMK Kesehatan Amanah Husada (kiri)

Ketua pelaksana Umar Rahaded, S.Pd., bersama rekan-rekannya Randa Candra, Amalia R. Pamuji, Putri Utami, Karolina S. Masa, dan Handika Sopian Adam menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan pengabdian UAD terhadap masyarakat. Kegiatan ini difokuskan pada Program Penyelarasan Manajemen SMK Kesehatan Berdasarkan Kebutuhan DU/DI. Dr. Fitri Nur Mahmudah, M. Pd., melanjutkan bahwa kegiatan ini memberikan gambaran tentang bagaimana penyelarasan manajemen SMK berdasarkan kebutuhan DU/DI di Era 4.0 dimana manajemen SMK Kesehatan harus mampu menciptakan lulusan yang berkualitas, kompeten serta sesuai dengan kebutuhan DU/DI, sehingga serapan tenaga kerja di dunia kerja lebih optimal, hal ini tentunya akan berdampak positif terhadap mengurangnya angka pengangguran yang disebabkan oleh ketidaksesuaian kompetensi lulusan SMK dengan permintaan tenaga kerja DU/DI.

Abdul Gani, S. Pd selaku kepala sekolah menyambut baik akan terselenggaranya kegiatan PRODAMAT yang dilaksanakan di SMK yang dipimpinya tersebut. Menurutnya penyelarasan manajemen SMK kesehatan menjadi sangat penting di era revolusi industri 4.0 ini dan untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi revolusi industri 5.0, tema yang dipilih sesuai dengan perubahan yang terjadi pada manajemen SMK secara nasional yang perkuat oleh Intruksi Presiden tahun 2019 tentang penyelarasan SMK, sehingga sekolah membutuhkan informasi-informasi tambahan untuk memberikan gambaran dan memudahkan sekolah dalam menetapkan langkah-langkah kongkrit dalam menghadapai perubahan ini.

Peserta prodamat

Dijelaskan oleh Fitri Nur Mahmudah selaku narasumber bahwa penyelarasan SMK Kesehatan berdasarkan kebutuhan DU/DI di era 4.0 menjadi sangat penting dalam rangka upaya menyelaraskan antara jumlah dan kompetensi lulusan dengan kebutuhan serapan tenaga kerja di DU/DI,  untuk mendukung program ini sekolah dituntut untuk membuka diri dan melibatkan pihak DU/DI dalam rangka mendiskusikan terkait apa saja yang dibutuhkan DU/DI yang kemudian akan diselaraskan dengan manajemen SMK sehingga lulusan sekolah tersebut secara otomatis mengisi slot-slot yang sudah disiapkan perusahaan sesuai dengan konpetensi lulusan yang ada, sehingga mampu menekan angka pengangguran dengan latar belakang sekolah SMK.

Antusias peserta kegiatan menjadi salah satu indikator suksesnya penyelenggaraan kegiatan ini, dimana sebagian besar peserta mengikuti dan memperhatikan pemaparan dari narasumber. Menurut . Dr. Fitri Nur Mahmudah, M. Pd kegiatan ini sangat penting agar sekolah mengetahui langkah-langkah kongkrit dalam menciptakan manajemen yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Walaupun  pelatihan yang diselenggarakan masih kurang efektif karena keterbatasan waktu, namun dengan penjelasan narasumber yang gamblang telah memberikan gambaran terkait manajemen SMK Kesehatan berdasrkan DU/DI. Pada akhir pelatihan, Dr. Fitri Nur Mahmudah, M. Pd memberikan sebuah tantangan untuk memicu kepala sekolah beserta seluruh staf untuk membuat rancangan manajemen penyetaraan yang sesuai dengan permintaan DU/DI, serta membangun relasi dengan DU/DI untuk mengoptimalkan daya serap lulusan yang sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan DU/DI di masa mendatang, sehingga SMK Kesehatan Amanah Husada Yogyakarta dapat memberikan garansi bagi peserta didik untuk mendapatkan pekerjaan yang layak dan sesuai dengan kompetensinya sehingga dapat membanguncitra sekolah yang baik di mata masyarakat. (Um/adm)

Kurikulum Mengacu KKNI

Prodi Magister Manajemen Pendidikan UAD (S2 MP UAD) mengadakan Lokakarya Kurikulum Mengacu KKNI. Kegiatan ini berlangsung 2 hari pada 6-7 Januari 2020 bertempat di Meeting Room UAD kampus 2B. “Lokakarya ini merupakan kelanjutan dari kegiatan Lokakarya kurikulum sebelumnya (disini)”, terang Dr. Suyatno, M.Pd.I dalam sambutannya. Selama ini kurikulum di S2 MP UAD dirasakan berat dan banyak mata kuliah yang diambil oleh mahasiswa. Mata kuliah Asosiasi Manajemen Pendidikan (APMAPI) dan Muhammadiyah perlu dimasukkan dan diberikan jatah sks, papar lebih lanjut.

Kaprodi memberikan pengantar lokakarya

Jika kegiatan sebelumnya melakukan tinjauan kurikulum yang sedang berjalan, sedangkan kegiatan kali ini merupakan eksekusi dan implementasi kurikulum yang baru. Hadir membuka lokakarya ini Wakil Direktur Program Pascasarjana UAD Prof. Dr. Dwi Sulisworo, MT., yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa review kurikulum penting dilakukan untuk melihat seberapa jauh kurikulum berjalan baik selama ini. Kurikulum juga memfasilitasi mahasiswa dalam menyelesaikan studinya tepat waktu dan persyaratan kelulusan.

Peserta Lokakarya Kurikulum

Lokakarya kali ini mengundang 3 narasumber yaitu pertama Ketua Badan Pengembangan Akademik (BPA UAD) Drs. Ishafit, M.Pd. memberikan materi tentang Kebijakan Kurikulum UAD dan Pengembangan Akademik di Pascasarjana, kedua Wakil Dekan I Fakultas Ilmu Pendidikan UNY Dr. Cepi Syafrudin Abdul Jabar, M.Pd. memberikan materi Best Practice Kurikulum S2 MP dan ketiga, ketua Badan Penjaminan Mutu (BPM UAD) yang diwakili oleh Imam Santosa, MT. memberikan materi tentang Standar Akreditasi Kurikulum.

Dr. Cepi menyampaikan materi lokakarya

Setelah penyampaian materi dari ketiga narasumber, lokakarya dilanjutkan pemaparan dari Kaprodi Dr Suyatno, M.Pd.I dan Dr. Achadi Budi Santosa, M.Pd. yang merupakan penanggungjawab review kurikulum S2 MP UAD. Diharapkan dari kegiatan ini dihasilkan kurikulum yang mewakili visi dan misi prodi dan mengacu KKNI dengan khas S2 MP UAD.

Nahkoda Baru HMMMP UAD

Bertempat di ruang sidang lantai 3 UAD kampus 2(4/1/2020), Himpunan Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan UAD (HMMMP) menyelenggarakan musyawarah besar (mubes) dalam rangka pergantian dan pelantikan periode 2019/2020.  Dijelasakan oleh Fajar Defitrika selaku ketua HMMMP periode 2018/2019 bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan rutin setiap tahun. Kegiatan mubes ini merupakan rangkaian akhir dari pergantian pengurus yang telah dilaksanakan beberapa waktu lalu meliputi kongres, pemilihan ketua, dan diakhiri pelantikan. Lebih lanjut dijelaskan bahwa terpilih sebagai ketua HMMMP periode 2019/2020 adalah Didit Hariyadi yang dalam pemilihan mendapatkan 40 suara dari 76 pemilih. Harapan dari Fajar adalah agar HMMMP periode 2019/2020  dapat melanjutkan program yang sudah ada misalnya workshop penulisan artikel ilmiah kepada mahasiswa baru. HMMMP periode 2018/2019 juga sudah mengajukan ruangan sebagai kantor sekretariat ke bifas, diharapkan periode 2019/2020 sudah ada ruangnya.

Pelantikan HMMMP oleh Kaprodi S2 MP

Selanjutnya Dr, Suyatno, M,Pd.I selaku Kaprodi S2 MP UAD menyampaikan bahwa pemilihan ketua yang sudah terlaksana perlu kolaboratif antar ketua terpilih dan calon ketua yang lain. Bukan persaingan yang dituju tapi kolaborasi demi HMMMP yang lebih baik. Mahasiswa dan prodi adalah kolaborator jadi saling membantu satu sama lain. Kaprodi menyampaikan terima kasih kepada Fajar dan segenap pengurus HMMMP 2018/2019 sebagai pemrakarsa berdirinya himpunan mahasiswa di S2 MP UAD. Untuk HMMMP 2019/2020 disampaikan agar membuat program yang relevan dan membantu mahasiswa dalam mempercepat studinya. Untuk anggaran HMMMP menurut kaprodi terpusat di Bimawa UAD, tetapi dari prodi juga ada dana jika dibutuhkan. Masalah ruangan HMMMP sudah disetujui oleh Bifas tinggal menunggu pengerjaannya. Kemudian dilaksanakan acara pelantikan oleh Kaprodi S2 MP UAD kepada HMMMP periode 2019/2020.

Didit Hariyadi Ketua HMMMP 2019/2020

“Tugas HMMMP ada dua yaitu merupakan tangan kanan prodi, jadi kita siap membantu kegiatan prodi dan fasilitator mahasiswa S2 MP UAD”, kata Didit dalam sambutannya sebagai ketua HMMMP 2019/2020. Setelah pelantikan ini akan segera melaksanakan musyawarah kerja untuk menentukan apa saja yang akan dilaksanakan selama periode 2019/2020. Serta memohon dukungan dalam menjalankan program kerja.

Kaprodi (batik tengah) besama pengurus HMMMP 2018/2019 dan 2019/2020