Memahami Kebutuhan Masyarakat

Mahasiswa beserta pemerintah desa alastuwo dan pemteri dalam pelatihan budidaya jamur

Mahasiswa diharapkan memberikan ilmu yang belum didapatkan dan sesuai kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu kehadiran mahasiswa di lingkungan masyarakat sangat diperlukan. Dalam hal ini mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan terjun ke masyarakat untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama kuliah maupun sesuai kemampuan mahasiswa masing-masing melalui Program Pemberdayaan Umat (PRODAMAT).

Seperti kelompok dari Muhammad Isnaini Asa, Annisa Fitria Nur Halima, dan Tusutrisno S. DJ. Latjani yang pada Senin-selasa (23-24/4/2018) hadir di kelurahan Alastuwo, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan untuk melaksanakan beberapa kegiatan diantaranya pendidikan dan pelatihan budidaya jamur, sosialisasi daur ulang melalui keterampilan pembuatan tas, dan sosialisasi peran orang tua dalam membentuk karakter anak.

Sosialisasi daur ulang dalam pembuatan tas

Pelatihan yang dilakukan mahasiswa merupakan permintaan dari masyarakat setempat tentunya juga memperhatikan dengan keterampilan mahasiswa itu sendiri dan dengan mendatangkan ahli sesuai dengan keterampilannya misal dalam hal ini budidaya jamur oleh Didit Dwiharyadi. Pada pelatihan budidaya jamur ini peserta adalah masyarakat sekitar yang mempunyai keinginan untuk mengembangkan budidaya jamur. Sedangkan untuk daur ulang sampah dengan peserta ibu-ibu PKK, yang dalam kegiatan ini peserta mengkreasikan sampah menjadi kerajinan tas.

Penyerahan bantuan Iqra dan alat shalat

Dengan adanya pelatihan itu masyarakat dapat memberdayakan sumber daya yang ada baik manusia dan barang untuk mencapai peningkatan penghasilan melalui wirausaha. Sedangkan sosialisasi peran orang tua dalam membentuk karakter anak mengikuti dari tren yang berkembang sekarang ini yang dalam perkembangan anak dalam era milenial ini mengkhawatirkan. jadi para orang tua perlu membekali dirinya untuk membentuk karakter anak yang baik.

Pada akhir kegiatan mahasiswa juga memberikan bantuan berupa alat shalat dan Iqra untuk TPA di masjid setempat. Hal ini didasari dari melihat kondisi masyarakat yang semangat belajar Al Qur’an tetapi masih ada kekurangan sarana belajar. Harapannya masyarakat menjadi tambah semangat lagi dalam belajar Al Qur’an. Semoga terjunnya mahasiswa kali ini berguna bagi masyarakat sekitar. (Tusutrisno/pascamp)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *